tiba-tiba aku menjadi daun
berenang dalam angin,
terhirup panas meretakkan mimpi
pernah kau untai kata
membuatku berdansa dengan awan
pernah kau bisikkan desah
meredam gelisah
aku tulis bayangku sendiri
sepenggal ingatan menapak garis-garis mati
tatkala titik hujan mengukir pelangi
menemani canda para awan
butir-butir air membentang masa lalu;
menggenang madu berbatu
lalu aku menjadi kata;
bersemayam di kepala,
berhambur:
mengangakan luka
mengucurkan gigil
lalu aku menjadi malam
tempat sunyi menghujam
Jogja, 25 Maret 2017
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Jumat, 02 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
Lalu waktu bergegas gegas seperti cemas yang sedang berkemas siapa yang telah menggenggam rindu pucuk pucuk rumput mendadak layu di batas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar