Aku pengembara maya
berkelana mencari suaka telaga
berabad waktu berlalu
beribu tanah berganti
bahkan berlumut rindu
daki menjadi selimut,
keringat menjadi penghangat;
darah tertumpah di mana-mana.
Aku pengembara maya
mata di penjuru dunia; fana
lebih banyak tak terjaga
lebih banyak terlelap
karena lebih indah mimpi
daripada hidup suri
Aku pengembara maya
jelajahku daging, masih daging
maka kalam bersiuran
hanya singgah sesaat
belum sempat melekat
masih harus mengembara
Jogja, 23 Maret 2017
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Jumat, 02 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
Lalu waktu bergegas gegas seperti cemas yang sedang berkemas siapa yang telah menggenggam rindu pucuk pucuk rumput mendadak layu di batas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar