selembar kertas teronggok
di pojok ingatan
hurufnya merah meleleh
pada raut muka
serupa darah
pada tiap titik senja
berdentam seribu desah
di selembar kertas
dan kata menggelinjang
memburai
serupa resah
telah menari kaki airmata
pada tiap henti
jeda nafas dalam telut
sujud tanpa raut
airmata bersabung
sengau katakata
melusuhkan kertas ingatan
di sudut kepala
serupa lara
maka harus kuhujamkan rindu
pada laut paling laut
pada jurang paling jurang
pada relung yang tak lagi raung
maka harus kubakar rasa
hingga tanpa sisa
serpih mengudara memerih mata
katakata lunglai
pada kertas ingatan
yang merindui api
Jogja, 24 Maret 2017
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Jumat, 02 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
Lalu waktu bergegas gegas seperti cemas yang sedang berkemas siapa yang telah menggenggam rindu pucuk pucuk rumput mendadak layu di batas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar