Kerling matamu suburkan mimpi lelaki
seperti bulir padi bunting siap dituai
dan pak tani bergegas dengan sabit terhunus telanjang.
Semerbak aroma mabokkan kejantanan
menepis matahari hadirkan rembulan
di sana menanti padang hijau rerumputan
dan riak gaduh camar lautan.
Lihat temaram lampu di ujung jalan
biasnya menghias rintik hujan
serasa belati bersaput karat mengoyak jiwa sekarat
Kesanalah jiwa-jiwa yang hilang
karna mimpi yang tak pernah utuh
pada tempatmu berteduh.
Jogja 2010
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Sabtu, 14 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
Lalu waktu bergegas gegas seperti cemas yang sedang berkemas siapa yang telah menggenggam rindu pucuk pucuk rumput mendadak layu di batas...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar