Kuhirup manis bau tubuhmu
dan berpendar dalam percikan-percikan
kilat menyelubung pikiran
dan rasaku
Kukecup geliat tubuhmu
menggelinjang tegang meregang angan-angan
menangkup segala keinginan
dan membuncah basah sekujur hasratku
Pelan langkah jari telusuri getar hati
dalam gelora yang tak pernah mengenal senja
walau panah sang waktu melesat merenggut hasrat
dan lembayung mulai mengambang
tak pernah lekang dahagaku tuk menuai rindu.
Jogja, Mei 02
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Senin, 23 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
Lalu waktu bergegas gegas seperti cemas yang sedang berkemas siapa yang telah menggenggam rindu pucuk pucuk rumput mendadak layu di batas...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar