sesungguhnya aku malu
pada waktu yang tak henti mencumbuku
pada rinai angin yang tak lelah mengecupku
pada geletar rasa yang tak bosan mematuk jantungku
pada segala apa padaku
sebab aku telanjang
dalam belit semu baju
biar kupungut rerontok hatimu,
kutata kembali
kupajang di dinding mimpi
sesungguhnya aku malu
kepadamu
Jogja, 12 Juni 2013
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Senin, 11 Juni 2018
Minggu, 10 Juni 2018
Kepadamu
kepadamu yang tak tersentuh waktu
mungkin kita bisa bersepakat tentang dosa
dan masa lalu
aku tawarkan bertangkup rasa syukur
seiring hujan kian deras mengucur
tiap kali aku jemput pagi
ada yang meluruh oleh gaung panggilanmu
dan aku nanar
mengeja biduk membuang sauh
pada laut aku ingin berteduh
kepadamu yang tak berbilang waktu
aku tersungkur
sujud di gigir ngilu
genggam tanganku
agar rinduku mengalir tanpa henti
tanpa tepi
kepadamu
Jogja, 11-06-2018
mungkin kita bisa bersepakat tentang dosa
dan masa lalu
aku tawarkan bertangkup rasa syukur
seiring hujan kian deras mengucur
tiap kali aku jemput pagi
ada yang meluruh oleh gaung panggilanmu
dan aku nanar
mengeja biduk membuang sauh
pada laut aku ingin berteduh
kepadamu yang tak berbilang waktu
aku tersungkur
sujud di gigir ngilu
genggam tanganku
agar rinduku mengalir tanpa henti
tanpa tepi
kepadamu
Jogja, 11-06-2018
Sabtu, 09 Juni 2018
Sajadah
pada sujud yang entah
terkapar jiwaku pada beludru sajadah
sudah kulewatkan kesempatan
sementara kugali penyesalan demi penyesalan
duhai, lenguhku serupa hiasan
ini sajadah membungkus jerit rasaku
dari pagi hingga pagi penuh mati
samsaraku masih berjarak dengan hati
yaa Allah, sujudku masih terbagi
tinggal sejengkal lagi bulan suci berganti
kutumpahkan semua coretan gelisah
di sekujur sajadah
malam malam basah
Allah, yaa Allah...
di sajadah ini, padaMu aku rebah
kembali berkalang tanah
berharap merengkuh yang fitri
Jogja, 10 Juni 2018
terkapar jiwaku pada beludru sajadah
sudah kulewatkan kesempatan
sementara kugali penyesalan demi penyesalan
duhai, lenguhku serupa hiasan
ini sajadah membungkus jerit rasaku
dari pagi hingga pagi penuh mati
samsaraku masih berjarak dengan hati
yaa Allah, sujudku masih terbagi
tinggal sejengkal lagi bulan suci berganti
kutumpahkan semua coretan gelisah
di sekujur sajadah
malam malam basah
Allah, yaa Allah...
di sajadah ini, padaMu aku rebah
kembali berkalang tanah
berharap merengkuh yang fitri
Jogja, 10 Juni 2018
Selasa, 05 Juni 2018
di selasar rasa, ngilu bukan lagi
kisah pucuk pucuk daun
ia tereja pada basah jendela
dan batu batu mencatatnya
jejak perjalanan berbongkah permata
maka dibutuhkan belati menguliti
sebagai kawan tabuh genderang
musti ada perih mendidih
menemani geriap yang berdansa
musti ada rintih menganak sungai
agar langkah berderap menyamudera
demikian mendua menghadirkan makna
tak perlu lagi mati disergah misteri
apalagi damai berselimut mimpi.
mengalirlah, mengalirlah,
jika ada dengki
alunkan simfoni nurani
agar tak merana jiwa jiwa kembara
didekap gersang fatamorgana
kisah pucuk pucuk daun
ia tereja pada basah jendela
dan batu batu mencatatnya
jejak perjalanan berbongkah permata
maka dibutuhkan belati menguliti
sebagai kawan tabuh genderang
musti ada perih mendidih
menemani geriap yang berdansa
musti ada rintih menganak sungai
agar langkah berderap menyamudera
demikian mendua menghadirkan makna
tak perlu lagi mati disergah misteri
apalagi damai berselimut mimpi.
mengalirlah, mengalirlah,
jika ada dengki
alunkan simfoni nurani
agar tak merana jiwa jiwa kembara
didekap gersang fatamorgana
Senin, 28 Mei 2018
Aamiin
aku berserah diri, bukan menyerah
aku berpasrah diri, bukan terserah
maka kupacu nadi tanpa henti
seperti janji matahari pada pagi
gerak adalah tanda kehidupan
sebelum menjemput senja
dan rehat dalam temaram
aamiin
aku berpasrah diri, bukan terserah
maka kupacu nadi tanpa henti
seperti janji matahari pada pagi
gerak adalah tanda kehidupan
sebelum menjemput senja
dan rehat dalam temaram
aamiin
Selasa, 22 Mei 2018
Father
father
the candle is thee,
sparkling in the gloom of my heart
in me thou shall ne'er be apart
I miss the moments we shared dusk
thou painted the sky with rainbow
and when to thee I could not hold to ask
thou said, "This is the path you'll have to go."
23 Mei 2013
the candle is thee,
sparkling in the gloom of my heart
in me thou shall ne'er be apart
I miss the moments we shared dusk
thou painted the sky with rainbow
and when to thee I could not hold to ask
thou said, "This is the path you'll have to go."
23 Mei 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...