tangan terkepal. teracung angkasa ditantang
"Darah Juang" menggaung, menggema
leleh darah demi pertiwi
bumi menangis, mengais
karna tlah pergi nurani
Yogya, 25 Januari 2012
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Selasa, 24 Januari 2012
Kamis, 19 Januari 2012
Cintaku Tak Mengenal Waktu
Kemarin kita bertemu di selasar itu
kulum senyummu
kilat kerling matamu
madu meruah di dinding hatiku
menyusuri alur nadi
pekat membungkus angan
hasrat terpendam
Kemarin kita bercumbu di sudut heninh
geliat tubuhmu
desah nafasmu
sengau suaramu
adalah bara di simpulsimpul sarafku
gelegak pada tiap gelinjangku
mengabur titik pandangku
lusuh ruang hampa
Pagi ini kutatatp dirimu
kulum senyummu
larit kerling matamu
semburat keriput wajahmu
masih juga madu mengalir di kujur nadiku
ruang dan waktu tak mampu membunuh
cintaku
rinduku
Yogyakarta, 19 Januari 2012
kulum senyummu
kilat kerling matamu
madu meruah di dinding hatiku
menyusuri alur nadi
pekat membungkus angan
hasrat terpendam
Kemarin kita bercumbu di sudut heninh
geliat tubuhmu
desah nafasmu
sengau suaramu
adalah bara di simpulsimpul sarafku
gelegak pada tiap gelinjangku
mengabur titik pandangku
lusuh ruang hampa
Pagi ini kutatatp dirimu
kulum senyummu
larit kerling matamu
semburat keriput wajahmu
masih juga madu mengalir di kujur nadiku
ruang dan waktu tak mampu membunuh
cintaku
rinduku
Yogyakarta, 19 Januari 2012
Kamis, 12 Januari 2012
LANGIT
Katakatamu mengalir begitu saja tanpa reka
pun prasangka
tanpa hulu ataupun hilir
kadang lantang melengking
kadang lembut mendayu
titikkan warna warni pada dinding hati
sering kau meracau dalam keteraturan logika
mencengangkan
menghujamkan katakata alam menghadirkan kesadaran
betapa agung Sang Khalik tereja pada tumbuhmu
pun prasangka
tanpa hulu ataupun hilir
kadang lantang melengking
kadang lembut mendayu
titikkan warna warni pada dinding hati
sering kau meracau dalam keteraturan logika
mencengangkan
menghujamkan katakata alam menghadirkan kesadaran
betapa agung Sang Khalik tereja pada tumbuhmu
Senin, 09 Januari 2012
Sepasang Merpati
Sepasang merpati menjejakkan kaki di langit angan
perlahan menautkan sayap melukis angkasa
dengan masingmasing mimpi
langit mengarakkan awan memikul berat basah
entah pada hati mana banjir akan menyapa
Sepasang merpati meliukkan tubuh
hening
saga mengambang dalam rinai pelangi asa
titiktitik bening merebak
meramu luka, suka, duka, maupun asa
menyulam harap pada remang kain cinta
Sepasang merpati mencumbukan mimpi
di atas ranjangranjang yang tak pernah pasti
entah siapa yang terkapar
karena sepasang merpati menyorotkan mata binar
sekaligus nanar
Malang,8 Januari 2012
perlahan menautkan sayap melukis angkasa
dengan masingmasing mimpi
langit mengarakkan awan memikul berat basah
entah pada hati mana banjir akan menyapa
Sepasang merpati meliukkan tubuh
hening
saga mengambang dalam rinai pelangi asa
titiktitik bening merebak
meramu luka, suka, duka, maupun asa
menyulam harap pada remang kain cinta
Sepasang merpati mencumbukan mimpi
di atas ranjangranjang yang tak pernah pasti
entah siapa yang terkapar
karena sepasang merpati menyorotkan mata binar
sekaligus nanar
Malang,8 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Luka Lama
ada yang mengusikku lewat angin tengah hari
mematukkan dingin berjarum di dinding rasa
memberikan kedut aneh di datar kulitku
mangu menyapaku
tiba-tiba katakatamu hadir lewat dering tanpa suara
bangunkan tiap helai bulu tubuh
kepandangi hatiku
nganga luka sedang kau sulam dengan jarum berkarat
dengan benang basah berlumur cuka
Gusti, aku memekik tanpa suara
duhai kembara jiwa
rehatmu tetap mata terjaga
bukan kopi atau anggur sebagai kawan
bukan denting piano atau alun lembut menemani
tapi retakretak angan masa
berenda lukaluka lama
Kaki Merapi, 3 Januari 2012
mematukkan dingin berjarum di dinding rasa
memberikan kedut aneh di datar kulitku
mangu menyapaku
tiba-tiba katakatamu hadir lewat dering tanpa suara
bangunkan tiap helai bulu tubuh
kepandangi hatiku
nganga luka sedang kau sulam dengan jarum berkarat
dengan benang basah berlumur cuka
Gusti, aku memekik tanpa suara
duhai kembara jiwa
rehatmu tetap mata terjaga
bukan kopi atau anggur sebagai kawan
bukan denting piano atau alun lembut menemani
tapi retakretak angan masa
berenda lukaluka lama
Kaki Merapi, 3 Januari 2012
Minggu, 01 Januari 2012
Tahun Baru
Selarit masa pada lepas dan harap asa
ada ketelanjangan dalam bisiknya
bersalin rupa sang kala pada titik ada tiada
hanya jejak tinggalkan makna
semu waktu
tergugu seharu
Kaki Merapi, 31 Desember 2011
ada ketelanjangan dalam bisiknya
bersalin rupa sang kala pada titik ada tiada
hanya jejak tinggalkan makna
semu waktu
tergugu seharu
Kaki Merapi, 31 Desember 2011
Resi, Benar Katamu
Benar katamu, resi
kenikmatan sesungguhnya hanyalah kosong
ia hanya setumpuk ingin
pada goda ingatan lalu
saat pikiran terpaku pada satu deru
bayangbayang senang menghantui
membias rasa
gumpalkan hasrat
dan begitu tercecap buah itu
nikmat memerca
runtuh pada kekosongan
melompong
Benar katamu, resi
jalan hidup bukan kenikmatan
melainkan kesadaran berproses
mencermati tiap bulir jejak bergulir
menebah serpih debu pada jendela jiwa
melaraskan kehendak dan langkah pada hening
dan luruh pada tiap prosesnya
matang pada tiap saatnya
Kenikmatan sejati menghuni ketiadaan yang ada
kosong hati yang penuh
syukur tanpa ukur
sujud jiwa dalam hampa waktu
kenikmatanku, resi
semu berbilah belati
Kaki Merapi, 2 Januari 2011
kenikmatan sesungguhnya hanyalah kosong
ia hanya setumpuk ingin
pada goda ingatan lalu
saat pikiran terpaku pada satu deru
bayangbayang senang menghantui
membias rasa
gumpalkan hasrat
dan begitu tercecap buah itu
nikmat memerca
runtuh pada kekosongan
melompong
Benar katamu, resi
jalan hidup bukan kenikmatan
melainkan kesadaran berproses
mencermati tiap bulir jejak bergulir
menebah serpih debu pada jendela jiwa
melaraskan kehendak dan langkah pada hening
dan luruh pada tiap prosesnya
matang pada tiap saatnya
Kenikmatan sejati menghuni ketiadaan yang ada
kosong hati yang penuh
syukur tanpa ukur
sujud jiwa dalam hampa waktu
kenikmatanku, resi
semu berbilah belati
Kaki Merapi, 2 Januari 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...

