Malam ini aku teringat kepadamu. Bukan, bukan senyum sembilumu yang menghampiri lewat desau angin, bukan pula bau gelombang rambutmu yang kadang menggelitik simpul simpul sarafku. Aku teringat kepadamu, ya, keseluruhan dirimu. Tak kurang tak lebih. Malamku pun beku, meski bulan mendidih.
Jogja, 18 Agustus 2016
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Jumat, 02 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dewi Keadilan di Negriku
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar