berdamai lah dengan seluruh rasa
demikian kekasihku berkata padaku
malam demikian ranum
aku terjaga tanpa senyum
ada riuh kecipak di kepala
menghitung hari tanpa suara
alam sudah menggariskan sebelum nafas ditiupkan
seberapa besar setiap salib musti diemban
tak lebih tak kurang
ia adalah pupuk juang bukan erang
seperti ranum malam yang layu oleh pagi
ia layukan senja untuk datang kembali
maka, tak ada yang abadi
seperti musim, setiapnya akan berhenti
berganti
maka tatapku berbinar kepadanya
kubisikkan juga padanya
inna sholati wa nusuki
wamahyaya, wamahmati
lillahi ta'ala
lillahi ta'ala
lillahi ta'ala
Jogja, 2 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar