seberapapun jauh jarak pemisah
antara engkau dan aku
seberapapun banyak duri
di sekat labirin kita
seberapapun kental pahit yang kau seduh
untukku, ya untukku
di dasar hatiku, aku mengagumimu
ya, aku mengagumimu
maka pergimu adalah sengat di jantungku
aku tergugu
bagimu,
pagi adalah api yang mendidihkan mimpi
menyeduh harapan
pada cangkir cangkir kopi yang kau saji
bagimu,
waktu adalah pemintal abadi
untuk serak benang yang tengah kau rajut
menjadi selimut kebanggaan kami
bagimu,
cita-cita adalah janji yang harus dipenuhi
mimpi yang tak boleh berhenti
maka pergimu adalah sengat di jantungku
aku tergugu
selamat jalan pak Hartadi*
surga menyambutmu
dengan tarian angsa pada bianglala senja
Innalillahi wa innailaihi rojiun
Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu
Jogja, 8 Desember 2016
*Rektor UTY yang luar biasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar