Kau hadir dari awan
menyusur samudra malamku,
mengetuk serabut lembut sekujur,
mengirim seribu denyar bintang berpendar,
meliar pada getar ombak lautan,
meletupkan didih sungai darah menderas;
Wahai perempuan mimpi,
kau porandakan tata mimpiku,
kau renggut golak buncahku
dalam lenguhmu,
kau rendam tikamku berulang,
dan kau menghilang
tinggalkan aku berpeluh ombak
tak menemu pantai
tak kembali mengecup laut...
Jogja, Agustus 2010
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Sabtu, 14 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dewi Keadilan di Negriku
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar