semisal engkau berdiri di situ, dik
dan jalanan padat oleh asap kendaraan
tetap saja aku nyalakan semangat
menyibak lalu lalang untuk mengulum senyummu
meski sekejap
semisal engkau duduk di sini, dik
kuberanikan diri menyentuh aromamu
dan menanamnya di jantungku
agar tetap bisa kukenali dirimu
ketika gulita tak lagi bisa kutolak
semisal engkau tak lagi di sini, dik
ijinkan aku mengecup kelebatmu
dan menuangkan dalam segurat puisi
supaya rindu tetap krasan tinggal di hatiku
dik,
aduh, dik...
Kaki Merapi 10 April 2013
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Jumat, 12 April 2013
Minggu, 07 April 2013
Kenang
hujan sepanjang sore
percik ingatan menarikan dera
telanjang seperti deru jalanan
barangkali malam akan membiru
seperti hasrat meradang dalam jerang
tanpa arang
Kaki Merapi, 7 Maret 2013
percik ingatan menarikan dera
telanjang seperti deru jalanan
barangkali malam akan membiru
seperti hasrat meradang dalam jerang
tanpa arang
Kaki Merapi, 7 Maret 2013
Di Kaki Pagi
kekasih,
mari duduk sini
meresapkan liuk pagi pada hembus angin
urai bunga tebu itu menari di kilau
matamu
pada degup degup dadamu
melautkan seluruh hasrat malam yang lola
mari sini ruahkan mimpi
meleburkan debardebar pelepah cinta
dan melahirkan anak-anak rindu
hingga kita berbingkai senyum
dan berbaring di rumah senja
mari sini menyambut matahari
lupakan sejenak geriap luka yang gemuruh
kita seduh sendu menjadi pupuk rindu
lebur kau dan aku
dalam senyap yang tak lagi bersembilu
Kaki Merapi, 7 April 2013
mari duduk sini
meresapkan liuk pagi pada hembus angin
urai bunga tebu itu menari di kilau
matamu
pada degup degup dadamu
melautkan seluruh hasrat malam yang lola
mari sini ruahkan mimpi
meleburkan debardebar pelepah cinta
dan melahirkan anak-anak rindu
hingga kita berbingkai senyum
dan berbaring di rumah senja
mari sini menyambut matahari
lupakan sejenak geriap luka yang gemuruh
kita seduh sendu menjadi pupuk rindu
lebur kau dan aku
dalam senyap yang tak lagi bersembilu
Kaki Merapi, 7 April 2013
Perih
kepada pagi
dia titipkan segala mimpi
"nanti malam semua akan kujemput"
dia tak ingin sepi yang merebut
Kaki Merapi, 25 maret 2013
dia titipkan segala mimpi
"nanti malam semua akan kujemput"
dia tak ingin sepi yang merebut
Kaki Merapi, 25 maret 2013
Sumuk
senja sudah lama mengundurkan diri
menitipkan malam lewat celoteh jengkerik
dan sendau dedaunan
tapi didekapnya sepoi
hingga angin mati
dia sisakan sapa matahari
maka senyap berkeringat
Kaki Merapi, 25 Maret 2013
menitipkan malam lewat celoteh jengkerik
dan sendau dedaunan
tapi didekapnya sepoi
hingga angin mati
dia sisakan sapa matahari
maka senyap berkeringat
Kaki Merapi, 25 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
In Memoriam - Boedi Ismanto
pada tutur apa musti kukatakan
setiap titik yang kau letupkan
setiap garis yang kau goreskan
telah menjadi catatan sejarah
dan warna warni mayapada
suara suara mendentangkan nada
requiem
kelepak sayap malam menghambur, sisakan
desah sayu rerumputan oleh kehilangan
menghujam
di sisi rumah semilir air menggericik
mengantar langkah ke tanah merah
doa doa meregang di kesenyapan
derai hujan berkecipak dengan kelepak pagi
setelah malam merontokkan semua janji hati
ke tanah merah
yang bermula telah kembali
rupanya surga tlah cemburu
oleh jejak jejak panjang yang kau gurat
pada urat nadi bumi dan langit
sebab surga tlah cemburu
oleh gurat gurat cintamu
Ia ingin memuarakan cintamu
pada rengkuh maha abadi
Kaki Merapi, 13 Maret 2013
setiap titik yang kau letupkan
setiap garis yang kau goreskan
telah menjadi catatan sejarah
dan warna warni mayapada
suara suara mendentangkan nada
requiem
kelepak sayap malam menghambur, sisakan
desah sayu rerumputan oleh kehilangan
menghujam
di sisi rumah semilir air menggericik
mengantar langkah ke tanah merah
doa doa meregang di kesenyapan
derai hujan berkecipak dengan kelepak pagi
setelah malam merontokkan semua janji hati
ke tanah merah
yang bermula telah kembali
rupanya surga tlah cemburu
oleh jejak jejak panjang yang kau gurat
pada urat nadi bumi dan langit
sebab surga tlah cemburu
oleh gurat gurat cintamu
Ia ingin memuarakan cintamu
pada rengkuh maha abadi
Kaki Merapi, 13 Maret 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...