Malam ini kabut
nyanyi jengkerik menerobos selanya
temaram lampu jalan
sunyi sedang gelisah...
kabut di kepalaku
bulan tak mampu menyibaknya
langkahku buta
gelisah ku sunyi
Yogya, 10 dec 2012
*sajak kolaborasi Pram - Ika Tidariani
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Senin, 17 Desember 2012
Minggu, 16 Desember 2012
Rabu, 28 November 2012
Palestina /2
1/
mejameja besar berhias jas dasi
batu dan peluru
tetaplah nafas dan bau tubuh
2/
matahari abadi
menyiangi rerumputan peluru
erang dan rintih
nasi di setiap meja
3/
matahari begitu perkasa
memanggang darah yang tlah lelah
di atas meja tanah suci terbagi-bagi
menu lezat media negri
4/
doa dan serapah
berkawan roti dan air
dari pagi sampai pagi
benih benci di sunsum generasi
5/
membayang raut para nabi
di tanah-tanah terinjak mati
suara mereka sunyi
terpenjara kelam palung hati
mejameja besar berhias jas dasi
batu dan peluru
tetaplah nafas dan bau tubuh
2/
matahari abadi
menyiangi rerumputan peluru
erang dan rintih
nasi di setiap meja
3/
matahari begitu perkasa
memanggang darah yang tlah lelah
di atas meja tanah suci terbagi-bagi
menu lezat media negri
4/
doa dan serapah
berkawan roti dan air
dari pagi sampai pagi
benih benci di sunsum generasi
5/
membayang raut para nabi
di tanah-tanah terinjak mati
suara mereka sunyi
terpenjara kelam palung hati
Selasa, 27 November 2012
Kabar Hujan
baru saja hujan bawa kabar
tanah tempat kita dulu berbagi gundah
rindu lenguh dan desah kita
dan aroma renjana
sudah berapa musim kita tak pulang
banyak cahaya menyilaukan mata
banyak debu mengaburkan jarak pandang
maka lupa kita jalanjalan
biarlah kukatakan pada hujan
bahwa kita masih diradang keriuhan
(dan tahukah kau)
hujan pun meneteskan airmata
Kaki Merapi, 27 November 2012
tanah tempat kita dulu berbagi gundah
rindu lenguh dan desah kita
dan aroma renjana
sudah berapa musim kita tak pulang
banyak cahaya menyilaukan mata
banyak debu mengaburkan jarak pandang
maka lupa kita jalanjalan
biarlah kukatakan pada hujan
bahwa kita masih diradang keriuhan
(dan tahukah kau)
hujan pun meneteskan airmata
Kaki Merapi, 27 November 2012
Rabu, 21 November 2012
Palestina
1/
peluru berdesingan di kepala
asap mesiu sesak segala dada
tubuhtubuh terserak tak lagi utuh
di kuburan dangkal puing runtuh
mimpi usai sebelum penuh
2/
pinjam sebentar catatanmu
bukankah damai yang kaujanjikan
ada di situ
atau barangkali malaikat lupa
menuliskannya
3/
ini tanahku, tanah nenek moyangku
lantas siapakah ku?
sebab telah lama padam lelampu
dan gulita masih saja bisu
kecuali erang dan rintih
4/
orangorang membangun pabrik kembang api
sorai pada letupletup maut
pesta tahun baru tak pernah usai
seperti darah mereka tak henti menyungai di jalanan
damai
sepertinya ada yang sengaja mencuri
5/
Gaza bermandi bara
malam penuh anakanak petir
rambutnya menguap
gigil
para lelaki berjajar sangkur dan bedil
para wanita menampi doa mengharap fajar
Kaki Merapi, 22 November 2012
peluru berdesingan di kepala
asap mesiu sesak segala dada
tubuhtubuh terserak tak lagi utuh
di kuburan dangkal puing runtuh
mimpi usai sebelum penuh
2/
pinjam sebentar catatanmu
bukankah damai yang kaujanjikan
ada di situ
atau barangkali malaikat lupa
menuliskannya
3/
ini tanahku, tanah nenek moyangku
lantas siapakah ku?
sebab telah lama padam lelampu
dan gulita masih saja bisu
kecuali erang dan rintih
4/
orangorang membangun pabrik kembang api
sorai pada letupletup maut
pesta tahun baru tak pernah usai
seperti darah mereka tak henti menyungai di jalanan
damai
sepertinya ada yang sengaja mencuri
5/
Gaza bermandi bara
malam penuh anakanak petir
rambutnya menguap
gigil
para lelaki berjajar sangkur dan bedil
para wanita menampi doa mengharap fajar
Kaki Merapi, 22 November 2012
Selasa, 20 November 2012
November di Gigil Rindu
aih, kerinduan bulan november
gigil dingin dan kabut
dedaunan basah dan angin angkuh
kesah wajahmu dan semerbak tubuhmu
adalah sembab pagi yang kujumput
adalah secangkir kopi malam yang kusruput
dalam-dalam
dalam-dalam
sebab waktu dan rindu tlah membuka pintunya lebar
maka mari kita masuk
tanpa perlu lagi mengetuk
Yogyakarta, 21 November 2012
gigil dingin dan kabut
dedaunan basah dan angin angkuh
kesah wajahmu dan semerbak tubuhmu
adalah sembab pagi yang kujumput
adalah secangkir kopi malam yang kusruput
dalam-dalam
dalam-dalam
sebab waktu dan rindu tlah membuka pintunya lebar
maka mari kita masuk
tanpa perlu lagi mengetuk
Yogyakarta, 21 November 2012
Elegi Negriku
tanahku membara gelegak
sebab hujan berebutan dari pagi hingga pagi
sementara para hati gigil gemeretak
sebab tak lagi tumbuh pohon empati
apalagi kasih
di sini carut, di sana marut
di sini teracung parang dan badik
di sana senapan-senapan membidik
riuh jerit dan teriak erang melaut
siapa bertanya tentang kasih
kemarau baru saja beranjak pergi
orang-orang berteguh memeluknya
sebab hujan dan dingin mulai melantunkan elegi
dan berderak segala pintu negri
di sini dan di sana, di mana-mana
Kaki Merapi, 21 November 2012
sebab hujan berebutan dari pagi hingga pagi
sementara para hati gigil gemeretak
sebab tak lagi tumbuh pohon empati
apalagi kasih
di sini carut, di sana marut
di sini teracung parang dan badik
di sana senapan-senapan membidik
riuh jerit dan teriak erang melaut
siapa bertanya tentang kasih
kemarau baru saja beranjak pergi
orang-orang berteguh memeluknya
sebab hujan dan dingin mulai melantunkan elegi
dan berderak segala pintu negri
di sini dan di sana, di mana-mana
Kaki Merapi, 21 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...