aih, kerinduan bulan november
gigil dingin dan kabut
dedaunan basah dan angin angkuh
kesah wajahmu dan semerbak tubuhmu
adalah sembab pagi yang kujumput
adalah secangkir kopi malam yang kusruput
dalam-dalam
dalam-dalam
sebab waktu dan rindu tlah membuka pintunya lebar
maka mari kita masuk
tanpa perlu lagi mengetuk
Yogyakarta, 21 November 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar