pada tutur apa musti kukatakan
setiap titik yang kau letupkan
setiap garis yang kau goreskan
telah menjadi catatan sejarah
dan warna warni mayapada
suara suara mendentangkan nada
requiem
kelepak sayap malam menghambur, sisakan
desah sayu rerumputan oleh kehilangan
menghujam
di sisi rumah semilir air menggericik
mengantar langkah ke tanah merah
doa doa meregang di kesenyapan
derai hujan berkecipak dengan kelepak pagi
setelah malam merontokkan semua janji hati
ke tanah merah
yang bermula telah kembali
rupanya surga tlah cemburu
oleh jejak jejak panjang yang kau gurat
pada urat nadi bumi dan langit
sebab surga tlah cemburu
oleh gurat gurat cintamu
Ia ingin memuarakan cintamu
pada rengkuh maha abadi
Kaki Merapi, 13 Maret 2013
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Rabu, 13 Maret 2013
Rabu, 20 Februari 2013
Di Setiapnya
di setiapnya nafasku memburai
di setiapnya getarku menderai
di setiapnya utuhku terberai
di setiapnya teguhku melunglai
di setiapnya ujudku tinggal helai
maka doa memantram doa
dari ujung kaki melintas langit
dan getar gemetar semesta
adalah detak dada
pada jamahNya
Kaki Merapi, 31 01 13
Cinta
cinta serupa buah durian
aromanya tak bisa disembunyikan
dan
cinta pula serupa kopi
pahitnya selalu dirindui
abadi
Kaki Merapi, Februari 2013
aromanya tak bisa disembunyikan
dan
cinta pula serupa kopi
pahitnya selalu dirindui
abadi
Kaki Merapi, Februari 2013
Kamis, 24 Januari 2013
Bulan Rindu
bulan benderang pada malam
kabarkan rindu membiru di ruas relung
jemari lentik menggurat kata
pada ranum rasa
kekasih, bukalah hati
mari kita buat surga...
semaikan kecambah rindu dalam tanah basah
hujan musim semi menaburkan hara
untuk tumbuh suburnya kasih
lalu lahirlah anak-anak kata
hadirkan berisik bahagia
di rumah puisi
tanpa batas musim
Yogyakarta, 25 Januari 2013
*. bait kedua adalah gubahan atas komentar Kusnadi Arraihan
sastrawan Medan
kabarkan rindu membiru di ruas relung
jemari lentik menggurat kata
pada ranum rasa
kekasih, bukalah hati
mari kita buat surga...
semaikan kecambah rindu dalam tanah basah
hujan musim semi menaburkan hara
untuk tumbuh suburnya kasih
lalu lahirlah anak-anak kata
hadirkan berisik bahagia
di rumah puisi
tanpa batas musim
Yogyakarta, 25 Januari 2013
*. bait kedua adalah gubahan atas komentar Kusnadi Arraihan
sastrawan Medan
Selasa, 15 Januari 2013
Simfoni
ada yang melintas di antara denyut nadi kehidupan
ketika cahaya memercik dalam permainan
anak-anak mendekap kedua lututnya
sambil menatap langit menggiring warna siluet basah
dan malam meneduhkan segala ketergesaan
tidur dalam dekapan simfoni
damai.
mainkan lagi simfoni itu
agar aku lelap
dan kunikmati percik cahaya
bersama denyut kehidupan
mimpi malamku
Jogjakarta, 15 Januari 2013
ketika cahaya memercik dalam permainan
anak-anak mendekap kedua lututnya
sambil menatap langit menggiring warna siluet basah
dan malam meneduhkan segala ketergesaan
tidur dalam dekapan simfoni
damai.
mainkan lagi simfoni itu
agar aku lelap
dan kunikmati percik cahaya
bersama denyut kehidupan
mimpi malamku
Jogjakarta, 15 Januari 2013
Senin, 14 Januari 2013
Gerimis Pagi
kugambar gerimis pagi di teras sini
ada hembus menerpaku
aku tahu, rindumu sedang berlarian di wajahku
maka kupentang pintupintu rindu
sambil kusapu cercah luka penantian di lantai
kugambar gerimis pagi
tiap rinainya adalah wajahmu
Jogja, 09 Januari 2013
ada hembus menerpaku
aku tahu, rindumu sedang berlarian di wajahku
maka kupentang pintupintu rindu
sambil kusapu cercah luka penantian di lantai
kugambar gerimis pagi
tiap rinainya adalah wajahmu
Jogja, 09 Januari 2013
Waktu
waktu kerap terlupa
kerap bahkan hilang makna
taut hati kemudian menjadi kunci
di situ alam bicara
Kaki Merapi, 14 Januari 2013
kerap bahkan hilang makna
taut hati kemudian menjadi kunci
di situ alam bicara
Kaki Merapi, 14 Januari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...