Pagi tadi angin bergegas sodorkan senyummu
setelah semalam sepasang mata kisahkan rindu
masih terbaca jelas jejaknya di kaca jendela
bersama rinai dari hatimu
sayup
tak pernah senyap
Yogyakarta, 11 oktober 2012
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Kamis, 11 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
duhai
tak bisa lagi kubuat pemisah
antara harap dan gelisah
sebab mereka memberi sayat yang sama di tiap bilah
sengilu senyap percik api
setiap detik menjadi jarum
mencatatkan resah sesepi goresnya
waktu tak bercerita apapun
hanya alirkan sesah dari lubang hitamnya
menjadi elang sayap patah
kucatat puisi pagi pelipur diri
bahwa rebahmu hanya sepanjang desah
bukan alir air yang tak henti membasah
cukuplah sekejap kerjap malam di lekuk tirai
duhai
pasrah semestinya buah yang kutuai
Kaki Merapi, 2 Oktober 2012
tak bisa lagi kubuat pemisah
antara harap dan gelisah
sebab mereka memberi sayat yang sama di tiap bilah
sengilu senyap percik api
setiap detik menjadi jarum
mencatatkan resah sesepi goresnya
waktu tak bercerita apapun
hanya alirkan sesah dari lubang hitamnya
menjadi elang sayap patah
kucatat puisi pagi pelipur diri
bahwa rebahmu hanya sepanjang desah
bukan alir air yang tak henti membasah
cukuplah sekejap kerjap malam di lekuk tirai
duhai
pasrah semestinya buah yang kutuai
Kaki Merapi, 2 Oktober 2012
Kamis, 06 September 2012
....
sudah tertulis di dedaun sejarah
siang malam tak lagi berzirah
waktu kembali meranggas
antara kau dan aku
Kaki Merapi, 6 September 2012
siang malam tak lagi berzirah
waktu kembali meranggas
antara kau dan aku
Kaki Merapi, 6 September 2012
Selasa, 04 September 2012
Kuronce Kembang
sudah kuronce kembang banyak warna ini untukmu
biar dia jadi pelangi dan indahmu tak lagi terkata
jangan lagi kau tuang tinta
agar kelam tak lagi merindu
Kaki Merapi, 4 September 2012
biar dia jadi pelangi dan indahmu tak lagi terkata
jangan lagi kau tuang tinta
agar kelam tak lagi merindu
Kaki Merapi, 4 September 2012
Minggu, 02 September 2012
SAMPANG
di tiap sudut dada bedug bertalu
siapa yang tahu
itu suara setan atau malaikat
sebab semua sudah pekat
bertimbun seluruh gairah melumat
ujung jari menjadi sakti
terlumur darah yang tak pernah terbukti
Kaki Merapi, 3 September 2012
siapa yang tahu
itu suara setan atau malaikat
sebab semua sudah pekat
bertimbun seluruh gairah melumat
ujung jari menjadi sakti
terlumur darah yang tak pernah terbukti
Kaki Merapi, 3 September 2012
Kamis, 30 Agustus 2012
Kemarau
kulihat kemarau sudah lelah
dia rindu air susumu
pecahkan saja sumbatnya
biar mengalir kembali sungaisungai
meredam lebam bilurbilur kehidupan
dan lidahlidah tak lagi menelan ludah
Kaki Merapi, 31 Agustus 2012
dia rindu air susumu
pecahkan saja sumbatnya
biar mengalir kembali sungaisungai
meredam lebam bilurbilur kehidupan
dan lidahlidah tak lagi menelan ludah
Kaki Merapi, 31 Agustus 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Matahari Magrib
Matahari magrib
luka yang adalah luka akan terenda
kembali sediakala saat kita langitkan segenap jiwa
pada menaraNYA
Matahari magrib
senja belum tentu selalu kelam
jika saga kita tetap terjaga
di kiblatNYA
Kaki Merapi, 29 Agustus 2012
*sajak tanggapan atas sajak mas Ardi J Nugroho dgn judul yang sama*
luka yang adalah luka akan terenda
kembali sediakala saat kita langitkan segenap jiwa
pada menaraNYA
Matahari magrib
senja belum tentu selalu kelam
jika saga kita tetap terjaga
di kiblatNYA
Kaki Merapi, 29 Agustus 2012
*sajak tanggapan atas sajak mas Ardi J Nugroho dgn judul yang sama*
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...

