Remukkan hatiku
seperti kala kau luruhkan kuncup angan
terkulai layu
sebilah katamu adalah bulir-bulir pasir
berderak di relungku
Di simpang itu hadirmu menyapaku
tiba-tiba matahari enggan berbagi dengan senja
aku tergagap dan kelu
luruh pada kemilau lembut pesonamu
Waktu adalah panah membelah udara
di sana, di selasar mimpi kau berdiri
membawa setangkup mawar berhias belati
yang harus kusematkan di dasar hatiku
yang paling sembunyi
engkau hadir sebagai bunga
dengan sari yang tlah terbagi
Puisi kita robek dan terburai
oleh belati sunyi
Lereng Merapi, awal Desember 2010
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Padamu Negri
Merah padam negri ini
oleh para pencuri di gedung-gedung tinggi,
di rumah-rumah suci,
dan para kuli berdasi.
Nyanyian korupsi menjadi paduan suara wajib
perselingkuhan administrasi menjadi tradisi
siapa tak mau berbagi, dia akan merana sendiri
Merah padam negri ini
oleh penyanyi sumbang di gedung perjuangan
demi recehan uang
oleh badut-badut yang menjejalkan isi negri pada perut
oleh para pendekar yang terkapar demi lembar-lembar
Merah padam negri ini
oleh akademisi yang hanya berkutat dengan mimpi pribadi
oleh mereka yang hanya berkata-kata
oleh kami yang hanya bisa berpuisi
Negri ini tlah kehilangan hati.
Jogjakarta, awal Desember 2010
oleh para pencuri di gedung-gedung tinggi,
di rumah-rumah suci,
dan para kuli berdasi.
Nyanyian korupsi menjadi paduan suara wajib
perselingkuhan administrasi menjadi tradisi
siapa tak mau berbagi, dia akan merana sendiri
Merah padam negri ini
oleh penyanyi sumbang di gedung perjuangan
demi recehan uang
oleh badut-badut yang menjejalkan isi negri pada perut
oleh para pendekar yang terkapar demi lembar-lembar
Merah padam negri ini
oleh akademisi yang hanya berkutat dengan mimpi pribadi
oleh mereka yang hanya berkata-kata
oleh kami yang hanya bisa berpuisi
Negri ini tlah kehilangan hati.
Jogjakarta, awal Desember 2010
Aku Mati
Gemetar remukku karna bayangmu
dalam desah cumbu dan lenguh renjana
antaramu dan dia
aku tiba-tiba mati
karna hujam duri pada bunga angan
robek
layu
luruh
merana
aku mati ......
Jogja, awal Desember 2010
dalam desah cumbu dan lenguh renjana
antaramu dan dia
aku tiba-tiba mati
karna hujam duri pada bunga angan
robek
layu
luruh
merana
aku mati ......
Jogja, awal Desember 2010
Selasa, 23 November 2010
Rinduku Padamu
Hujan baru saja usai bergendang pada bumi
menyisakan larik pelangi wajahmu pada desir pepohonan melambai
jarak waktu tlah meminangmu dari pagut jemariku
kusut dalam rencah ingatan yang menua
namun darah tetap menggumpalkan rindu
pada setiap nadi
Gemulai rumpun padi
mengisahkan kembali janji usang antara hati
tak melapuk oleh panas dan hujan sang waktu
mengentalkan rautmu pada gigir hasrat tak bertepi
Kekasih,
rinduku padamu
adalah padi bunting tak tertuai
Yogyakarta, akhir November 2010
menyisakan larik pelangi wajahmu pada desir pepohonan melambai
jarak waktu tlah meminangmu dari pagut jemariku
kusut dalam rencah ingatan yang menua
namun darah tetap menggumpalkan rindu
pada setiap nadi
Gemulai rumpun padi
mengisahkan kembali janji usang antara hati
tak melapuk oleh panas dan hujan sang waktu
mengentalkan rautmu pada gigir hasrat tak bertepi
Kekasih,
rinduku padamu
adalah padi bunting tak tertuai
Yogyakarta, akhir November 2010
Rabu, 17 November 2010
Takbir
Takbir menggetar membelah angkasa
pada lapis jiwa yang mengeras batu
memberi gores-gores darah hitam
menggumpal karena keangkuhan.
Di setiap jeda adalah perih hati melayu
hidup menjadi jejak catatan yang melangkah goyah
oleh doa serupa desah pada timbunan dosa
menyampah di setiap aliran darah.
Di setiap jeda adalah liuk hasrat
termangu di simpang keyakinan,
hitam putih mengabur dalam jejak langkah
tersujud pada gigil doa-doa keinginan dan pertobatan
tersungkur pada rimba kemunafikan
belantara kekelaman.
Takbir menggetar membelah angkasa
doa-doa dan dosa-dosa menjadi gelimang
tobat kehilangan sukma
karena mengeras batu jiwa-jiwa kembara
dan menggumpal darah hitam
oleh keangkuhan.
Yogyakarta, November 2010
Tidurlah
Kekasih,
lihatlah awan berkejaran mengarak matahari mengusap hati kita.
Kilaumu adalah dedaunan pagi berpucuk embun,
sekejap mengurai pesona merasuk jiwa.
Senyummu adalah melodi pemain harpa mendawaikan lenguh cintanya.
Dia tebarkan nada menelusup udara,
menyesaki kepala kita tentang asmara di mimpi awan.
Malam tlah larut, tidurlah tidur kekasih.
Kukirimkan rindu lewat denting angin menelusup hatimu,
agar mimpimu berselimut hangat paduan angan kita.
Yogyakarta, November 2010
lihatlah awan berkejaran mengarak matahari mengusap hati kita.
Kilaumu adalah dedaunan pagi berpucuk embun,
sekejap mengurai pesona merasuk jiwa.
Senyummu adalah melodi pemain harpa mendawaikan lenguh cintanya.
Dia tebarkan nada menelusup udara,
menyesaki kepala kita tentang asmara di mimpi awan.
Malam tlah larut, tidurlah tidur kekasih.
Kukirimkan rindu lewat denting angin menelusup hatimu,
agar mimpimu berselimut hangat paduan angan kita.
Yogyakarta, November 2010
Desah
Wajahmu hadir berselimut kabut
lumer dalam tungku jiwa
menelusup dalam tiap bulir darah
aku mendesah
pada sepenggal rembulan malam.
Ada yang tersisa dari pergumulan hitam
wajahmu tengadah
menyambut kecupan sebilah buluh cinta terkejam
matamu terpejam
merintih dalam hujam sepucuk rindu terlarang
aku mendesah
pada sepenggal suram rembulan malam
Yogyakarta, November 2010
lumer dalam tungku jiwa
menelusup dalam tiap bulir darah
aku mendesah
pada sepenggal rembulan malam.
Ada yang tersisa dari pergumulan hitam
wajahmu tengadah
menyambut kecupan sebilah buluh cinta terkejam
matamu terpejam
merintih dalam hujam sepucuk rindu terlarang
aku mendesah
pada sepenggal suram rembulan malam
Yogyakarta, November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...




