Jumat, 02 Maret 2018

Aku Cemburu

entah desah mana menggiring kata pada tatap
dan baku tawa
kisah menyungai di musim hujan
terik sempat membarakan geliat terpendam
sesaat, pelan
tapi layang debu siramkan api hati
perlahan mati
ditikam belati
keraguan

kau dan aku
berlumur senyum dan kerling tajam
saling mendekap gamang

seperti tercatat pada uraturat jalan
waktu tak pernah berkawan
dia melaju dalam diam
dalam bisu dinding yang menyeringai curiga
menelan seluruh kisah
sisakan sepi membasah

ah, aku cemburu pada embun di daun
berbaku kerinduan

Kaki Merapi, 13 Oktober 2012

Maka pergimu adalah sengat di jantungku

seberapapun jauh jarak pemisah
antara engkau dan aku
seberapapun banyak duri
di sekat labirin kita
seberapapun kental pahit yang kau seduh
untukku, ya untukku
di dasar hatiku, aku mengagumimu
ya, aku mengagumimu
maka pergimu adalah sengat di jantungku
aku tergugu

bagimu,
pagi adalah api yang mendidihkan mimpi
menyeduh harapan
pada cangkir cangkir kopi yang kau saji
bagimu,
waktu adalah pemintal abadi
untuk serak benang yang tengah kau rajut
menjadi selimut kebanggaan kami
bagimu,
cita-cita adalah janji yang harus dipenuhi
mimpi yang tak boleh berhenti

maka pergimu adalah sengat di jantungku
aku tergugu

selamat jalan pak Hartadi*
surga menyambutmu
dengan tarian angsa pada bianglala senja
Innalillahi wa innailaihi rojiun
Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu

Jogja, 8 Desember 2016

*Rektor UTY yang luar biasa

Kamis, 01 Maret 2018

Sepotong Surat untuk Istriku

ketika kau tanya tentang cintaku padamu
aku tergugu, aku tak tahu
kata apa yang pas untuk itu
sebab engkau kepadaku
adalah luruh pada setiapku

seperti malam tak lagi punya arti
saat gelap tak lagi merajai
seperti hutan
hanyalah sepetak tanah gersang
tanpa semak dan pepohonan
dan samudera tinggalah nama belaka
ketika tak ada lagi ombak berdansa di sana
demikian pun engkau bagiku

lantas
bagaimana aku akan mengatakan cinta
ketika yang kurasa
melebihi seluruh maknanya?
jangan lagi kepadaku kau tanya
sebab setiap getarku adalah dirimu
dan aku bukan lagi aku
tanpa engkau menjadi nafasku


Kaki Merapi 24 September 2016

SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU
SEMOGA SENANTIASA BERKAH TUHAN TERCURAH BAGIMU

Nafas Cinta

pagi mengirimkan desaunya
sunyi yang membara
senyap yang menggelora
nafas yang berkejaran
dan angin pun cemburu


Jogja, 3 Februari 2017

Tentangmu

ada selasar sepi yang rajin mencatat
pertemuan pertemuan mata kita
anak tangga itu pernah menghitung
berapa derap rasa yang berdegup
entah kau masih ingat atau mungkin sudah lupa
betapa dalam pernah kita merindukan sepi
sebab sepi adalah buku harian paling sempurna
untuk setiap jengkal perjalanan cinta

kemarin aku buka lagi album foto kita
sungguh waktu tidak pernah mengenal jeda
sudah demikian banyak kita punguti sisa usia
tapi senyummu, tetap saja mawar di musim bunga

kusimpan dulu catatan ini yang masih masai
biar saja, biar tak juga usai
sebab tentangmu
adalah puisi hati yang tak pernah selesai

Jogja, 17 Oktober 2016

Sajak Cinta dari Ciamis

sudah kau kerahkan segala daya untuk menghadang
sudah kau peras seluruh keringat untuk menghalang
sudah kau sebar lembar perintah untuk melarang
sudah kau tancapkan pancang sebagai perintang
semangat ini semakin meradang
kami datang dalam gelombang tak terbilang

sebab yang berjalan bukanlah kaki kami
sebab yang bergerak bukanlah pikiran kami
sebab yang beraksi bukanlah tubuh kami
melainkan titah langit yang mengalir dalam nadi kami
getaran jiwa paling relung yang kau tak pernah mengerti
ghirah iman paling dalam yang kau bahkan tak mampu lagi menggali

kami riak riak kecil yang mulai luber menyebar
jika engkau tak lihai lagi berselancar
berhentilah mengumbar gebyar
sebab kami akan menjadi air bah
yang mampu menelanmu berkalang tanah

maka,
bukalah hati untuk kami
sebab kami cinta negri ini
tapi di atas segalanya
kami cinta titah langit
yang mengalir di sekujur nadi kami

Kaki Merapi, 30 November 2016

Cemburu

Hari ini masih terbawa rasamu
memeluk jiwa
lewat hembusan nafas
alam menyapu wajah
bersama kicau angin pagi
mengetuk gendang telinga
masih sempat kulihat awan
disana memandangku cemburu
dan memintaku berbagi dengannya


Jogja, 5 Juli 2010

Dewi Keadilan di Negriku

dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...