Kubisikkan kisahku pada angin
yang baru saja berlalu
12 tahun sudah bersama
setelah 6 tahun memadu
Betapa manis kegetiran itu
hanya dalam luka penuh cuka
ada syukur bahagia
hanya dalam pedih penuh rintih
sujud ini berarti
Tuhan penuh kasih
memberi cinta tak berbatas pada kita
dan angin melambaikan tangan
dari kejauhan
Jogja, 5 Juli 2010
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Kamis, 01 Maret 2018
Iya, Kamu
Kukunyah sakit ini, dan kulautkan remahnya
agar kelak menjadi hujan
dan menyuburkan rerumputan cintaku
kepadamu....
iya, kamu
Jogja, 14 Juni 2014
agar kelak menjadi hujan
dan menyuburkan rerumputan cintaku
kepadamu....
iya, kamu
Jogja, 14 Juni 2014
Telah Kita Semai Cinta di Awal Musim Hujan
kutengok hatiku
melingkar-lingkar
di pusaran air kehidupan
timbul tenggelam
melambaikan cinta di setangkai kayu tua
gemetar digerogoti sejarah
sedang kau sibuk menghitung anak tangga
tak pernah mencapai puncak
sudahlah
lupakan semua
bukankah telah kita semai
cinta di awal musim hujan
agar tumbuh menjadi teratai
tempat para katak bermain dan bernyanyi riang
dan ikanikan berenang berkejaran
sembunyi di bawahnya
waktu memang tak pernah berpihak
ia merayap, berlari, terbang, melesat tak perduli
cinta tlah menjalarkan akarnya
di sekujur urat nadi
membiarkan tumbuh meliar
mengganas
menggerogoti tulang
sisakan ngilu
sisakan luruh
sejarah purba yang selalu baru
kita saling tatap di jarak dan waktu
dan bunga teratai berbiak menyemak
pada selongsong cinta
tak mampu aku menghitung jumlah
Jogja, 14 Februari 2017
melingkar-lingkar
di pusaran air kehidupan
timbul tenggelam
melambaikan cinta di setangkai kayu tua
gemetar digerogoti sejarah
sedang kau sibuk menghitung anak tangga
tak pernah mencapai puncak
sudahlah
lupakan semua
bukankah telah kita semai
cinta di awal musim hujan
agar tumbuh menjadi teratai
tempat para katak bermain dan bernyanyi riang
dan ikanikan berenang berkejaran
sembunyi di bawahnya
waktu memang tak pernah berpihak
ia merayap, berlari, terbang, melesat tak perduli
cinta tlah menjalarkan akarnya
di sekujur urat nadi
membiarkan tumbuh meliar
mengganas
menggerogoti tulang
sisakan ngilu
sisakan luruh
sejarah purba yang selalu baru
kita saling tatap di jarak dan waktu
dan bunga teratai berbiak menyemak
pada selongsong cinta
tak mampu aku menghitung jumlah
Jogja, 14 Februari 2017
Gelisah Sunyi
Malam ini kabut
nyanyi jengkerik menerobos selanya
temaram lampu jalan
sunyi sedang gelisah
kabut di kepalaku
bulan tak mampu menyibaknya
langkahku buta
gelisah ku sunyi
Jogja, 10 Desember 2012
nyanyi jengkerik menerobos selanya
temaram lampu jalan
sunyi sedang gelisah
kabut di kepalaku
bulan tak mampu menyibaknya
langkahku buta
gelisah ku sunyi
Jogja, 10 Desember 2012
Cinta Dalam Lipatan Waktu
Kuhitung sisa malam ini
tak ada lagi gemericik daun maupun
desah angin pada air sungai
barangkali tertinggal di lipatan waktu
seperti keriput yang mulai beraksi
menyombongkan diri di wajahmu
tinggal berapa lembar lagi detak bulan
menyapa hingga kita percaya
bahwa cinta seringkali menumbuhkan
malam malam yang merana
tanpa rembulan
tanpa gemericik dedaunan
tanpa desah pada air sungai
ah, sisa malam
kuharap menjadi gurindam
Jogja, 08 Maret 2015
tak ada lagi gemericik daun maupun
desah angin pada air sungai
barangkali tertinggal di lipatan waktu
seperti keriput yang mulai beraksi
menyombongkan diri di wajahmu
tinggal berapa lembar lagi detak bulan
menyapa hingga kita percaya
bahwa cinta seringkali menumbuhkan
malam malam yang merana
tanpa rembulan
tanpa gemericik dedaunan
tanpa desah pada air sungai
ah, sisa malam
kuharap menjadi gurindam
Jogja, 08 Maret 2015
Di Simpang Musim
tunggu aku di simpang musim
atau letakkan saja senyummu di sana
akan kutemukan kau
sebab aromamu rapi tersimpan
di kepala
Jogja, 15 Oktober 2015
atau letakkan saja senyummu di sana
akan kutemukan kau
sebab aromamu rapi tersimpan
di kepala
Jogja, 15 Oktober 2015
Rindu Melepuh
Duhai, sungguh rindu memeluh
pada biru rasamu
pula rasaku
ini rindu,
pelepah cinta yang
menyembilu
Jogja, 3 Mei 2013
pada biru rasamu
pula rasaku
ini rindu,
pelepah cinta yang
menyembilu
Jogja, 3 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
Dewi Keadilan di Negriku
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...