hujan sepanjang sore
percik ingatan menarikan dera
telanjang seperti deru jalanan
barangkali malam akan membiru
seperti hasrat meradang dalam jerang
tanpa arang
Kaki Merapi, 7 Maret 2013
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Minggu, 07 April 2013
Di Kaki Pagi
kekasih,
mari duduk sini
meresapkan liuk pagi pada hembus angin
urai bunga tebu itu menari di kilau
matamu
pada degup degup dadamu
melautkan seluruh hasrat malam yang lola
mari sini ruahkan mimpi
meleburkan debardebar pelepah cinta
dan melahirkan anak-anak rindu
hingga kita berbingkai senyum
dan berbaring di rumah senja
mari sini menyambut matahari
lupakan sejenak geriap luka yang gemuruh
kita seduh sendu menjadi pupuk rindu
lebur kau dan aku
dalam senyap yang tak lagi bersembilu
Kaki Merapi, 7 April 2013
mari duduk sini
meresapkan liuk pagi pada hembus angin
urai bunga tebu itu menari di kilau
matamu
pada degup degup dadamu
melautkan seluruh hasrat malam yang lola
mari sini ruahkan mimpi
meleburkan debardebar pelepah cinta
dan melahirkan anak-anak rindu
hingga kita berbingkai senyum
dan berbaring di rumah senja
mari sini menyambut matahari
lupakan sejenak geriap luka yang gemuruh
kita seduh sendu menjadi pupuk rindu
lebur kau dan aku
dalam senyap yang tak lagi bersembilu
Kaki Merapi, 7 April 2013
Perih
kepada pagi
dia titipkan segala mimpi
"nanti malam semua akan kujemput"
dia tak ingin sepi yang merebut
Kaki Merapi, 25 maret 2013
dia titipkan segala mimpi
"nanti malam semua akan kujemput"
dia tak ingin sepi yang merebut
Kaki Merapi, 25 maret 2013
Sumuk
senja sudah lama mengundurkan diri
menitipkan malam lewat celoteh jengkerik
dan sendau dedaunan
tapi didekapnya sepoi
hingga angin mati
dia sisakan sapa matahari
maka senyap berkeringat
Kaki Merapi, 25 Maret 2013
menitipkan malam lewat celoteh jengkerik
dan sendau dedaunan
tapi didekapnya sepoi
hingga angin mati
dia sisakan sapa matahari
maka senyap berkeringat
Kaki Merapi, 25 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
In Memoriam - Boedi Ismanto
pada tutur apa musti kukatakan
setiap titik yang kau letupkan
setiap garis yang kau goreskan
telah menjadi catatan sejarah
dan warna warni mayapada
suara suara mendentangkan nada
requiem
kelepak sayap malam menghambur, sisakan
desah sayu rerumputan oleh kehilangan
menghujam
di sisi rumah semilir air menggericik
mengantar langkah ke tanah merah
doa doa meregang di kesenyapan
derai hujan berkecipak dengan kelepak pagi
setelah malam merontokkan semua janji hati
ke tanah merah
yang bermula telah kembali
rupanya surga tlah cemburu
oleh jejak jejak panjang yang kau gurat
pada urat nadi bumi dan langit
sebab surga tlah cemburu
oleh gurat gurat cintamu
Ia ingin memuarakan cintamu
pada rengkuh maha abadi
Kaki Merapi, 13 Maret 2013
setiap titik yang kau letupkan
setiap garis yang kau goreskan
telah menjadi catatan sejarah
dan warna warni mayapada
suara suara mendentangkan nada
requiem
kelepak sayap malam menghambur, sisakan
desah sayu rerumputan oleh kehilangan
menghujam
di sisi rumah semilir air menggericik
mengantar langkah ke tanah merah
doa doa meregang di kesenyapan
derai hujan berkecipak dengan kelepak pagi
setelah malam merontokkan semua janji hati
ke tanah merah
yang bermula telah kembali
rupanya surga tlah cemburu
oleh jejak jejak panjang yang kau gurat
pada urat nadi bumi dan langit
sebab surga tlah cemburu
oleh gurat gurat cintamu
Ia ingin memuarakan cintamu
pada rengkuh maha abadi
Kaki Merapi, 13 Maret 2013
Rabu, 20 Februari 2013
Di Setiapnya
di setiapnya nafasku memburai
di setiapnya getarku menderai
di setiapnya utuhku terberai
di setiapnya teguhku melunglai
di setiapnya ujudku tinggal helai
maka doa memantram doa
dari ujung kaki melintas langit
dan getar gemetar semesta
adalah detak dada
pada jamahNya
Kaki Merapi, 31 01 13
Cinta
cinta serupa buah durian
aromanya tak bisa disembunyikan
dan
cinta pula serupa kopi
pahitnya selalu dirindui
abadi
Kaki Merapi, Februari 2013
aromanya tak bisa disembunyikan
dan
cinta pula serupa kopi
pahitnya selalu dirindui
abadi
Kaki Merapi, Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
Dewi Keadilan di Negriku
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...