Senin, 27 Agustus 2012

Belati Kemiskinan

belati itu berkilau
setajam mata elang mengintai mangsa
belati itu berkilat
serupa sinar matahari mengecup keringat:
mengoyak segala mimpi
melahirkan perih
belati itu bernama kemiskinan: murah meriah
gratis sebagai hadiah oleh penguasa serakah
kepada mereka yang membutuhkan sedekah
tumbal kehidupan yang mendewakan tahta;
darah jelata adalah anggur ternikmat ribuan tahun
untuk perjamuan pesta istana

ah, para ibu dan anak pada jarak
berkabut tebal kemelaratan
negri ini berderak
oleh jiwajiwa berkerak


Kaki Merapi, medio Agustus 2012

Tubuh

segala sesuatu adalah tubuh
apakah di bumi ini yang bukan tubuh
angin dalam genggaman pun adalah tubuh
sekejap lenyap disergap senyap:
melahirkan tubuhtubuh hening pada jarak hati
dan jarak adalah rentang anggapan
yang memunculkan nyata dan tak nyata
tubuh mulus dan molek pada jarak tertentu
hanyalah kerut retak bak tanah gersang penuh ngengat
di manakah jarak yang tepat?
maka hadirnya wajah menghadirkan celah
penuh mata
penuh koyak
penuh tanya
tubuhku dan tubuhmu
menyetubuhkan wajah alam dalam genggaman

tibatiba aku menjadi sublim
oleh jarak tubuh yang retak


Kaki Merapi, medio Agustus 2012

Biner

begitulah hidup
biner adanya
biner sejatinya
bersatuan dan berlawanan
asing satu sama lain dalam kesatuan maha karib
pincang jalan kala yang satu hilang
maka cinta menjadi nikmat
kala pedih menyayatkan luka di jejak tak bercabang:
hidup pun penuh dalam ketakpenuhan
oleh hadirnya yang asing, menyatu
karib dalam asingnya
keterasingan adalah pemenuh ruang kosong
hingga saruk jalan menegak menyambut senja batang usia
hidup tak lagi tersia

ah, akupun ingin penuh
serupa sepasang hati menari seirama dalam asingnya


Kaki Merapi, medio Agustus 2012

Sajak Saga

gelincir matahari di ranjang hari
sisakan semburat rona di jejak kaki
ada menitis di bilahbilah langit
gaung bersambung di gigir tabir, pahit

aku bermain kata dengan cakrawala
saling bertukar sajak, berbaku gurindam
katakataku meliuk, kadang senyap makna
katakatanya lurus menukik tajam, menusuk, menghujam
katanya selalu begitu,
dari waktu ke waktu
dari jaman ke jaman
edan

mari, mari buat janji
antara kau dan aku sendiri
biar aku tak lagi bikin puisi
sementara engkau mengasah belati
kita buat semburat saga menjadi saksi

"mana mungkin ada janji
antara kepastian dan keinginan," katamu
sejurus aku termangu
berkedip mata saga padaku
menyilahkan senja mulai merengkuhku

waktu tak mungkin tertipu...


Kaki Merapi, medio agustus 2012

Kamis, 02 Agustus 2012

Pernah

pernah kucoba tulis rasa yang gelayut di ruasruas hati
tak bisa kutemui huruf untuk mengawali
maka kugumamkan pada angin
serupa kembang kusisipkan di hatimu yang dingin

pernah pula coba kugambar ronamu
tak juga kudapati titik awal yang satu
maka kubisikkan saja pada mimpi malam
biar terpatri sendiri di sluruh sadarku terdalam

pernah kau tanya tentang cinta
sungguh aku penuh di dada dan riuh di kepala
tetapi katakata sudah menyerah pada senyap
bahkan desahpun sudah jauh terlelap

duhai, tidakkah kau tahu
sesungguhnya cinta ini dirimu
yang tak pernah henti di dada meletup
walau hanya satu degup


Kaki Merapi, 3 Agustus 2012

Rabu, 01 Agustus 2012

Lamunan

suara jengkerik bersautan
kuhitung satusatu
kelam mengejekku
kusambit dia dengan lenguh
berjatuhan buah gundah di dedaun lusuh
senyap memungut pendarnya
bergelincir dalam keringat sesah

satusatu butir rekah kurekat
tetapi asa digumul resah
malam tertatih
matahari enggan berpindah
waktu serupa siput
lelap dalam mimpi mentah


Kaki Merapi, 1 Agustus 2012

Sajak Untuk Zeby


sosokmu adalah peluru hidup menembusi rasa
dan kau mengerling
debar menggeletar
titiktitik pori muaikan hasrat

kala menggelinding denganmu
lekuk jalan menjadi gelinjang
liuk jalan menjadi geliat berdesah
dan memacumu
bak renjana gelegakkan darah

menatapmu dalam diam
geriap senyap pada hasrat terurai malam
maka biarlah belai mesra kita
lahirkan buah rindu tak berkesudahan
rasa melayang di awan


Kaki Merapi, 27 Juli 2012

Dewi Keadilan di Negriku

dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...