Senin, 30 Juli 2012

Lelaki Berkawan Kabut

lelaki itu berkawan kabut
waktu kembali berjelaga
sementara buku jarinya mulai berbincang
dengan garisgaris waktu

hidup hanyalah satu berlimpah mata
melingkar, menekuk, melempang, menyudut
riung pada yang tak pernah sujud
dia tersenyum, entah pada siapa

bocahbocah telanjang bermain air, pasir, dan lumpur
tulangtulang mereka tengah berbincang dengan angin
apa adanya,
selalu begitu
selalu jujur

lelaki itu berkawan kabut
dan bocahbocah belum mengenal kerut


Kaki Merapi, 21 Juli 2012

Katakata

aku tersedak pada kerling anakanak telanjang
gigi mereka mengilaukan matahari sejati
warna yang mulai tersaput kabut geriap
riuhnya katakata kuasa

lembayung masih berwarna sama
pun angin yang tercecap
tak berubah
tapi sakit tak lagi trasa
karena ambang tlah ditebas riuh kata

siapa yang mengayuh sampan di pagi buta
di tengah belantara gagap
dadadada penuh cinta
kata cinta senyap
tak perlu riuh kata
tatkala saling jiwa penuh rasa


Kaki Merapi, 20 Juli 2012

gigil

gigil itu masih menusukiku
meski sudah kusruput secangkir senyummu
hangat


Kaki Merapi 16 juli 2012

Selasa, 15 Mei 2012

Di Sini

di sini
ada bisik lewat geretak reranting
kerlingmu berkilat oleh dedaun berdenting
riuh tak lagi menari

di jalan pulang rinduku mengabut
masihkan pohon cerme di depan rumah merindang
agar sua nanti penuh kuyup yang matang?
Aih, jarak tiba-tiba menjadi butut

di sini aku rebah
rerumput menganyam gundah gairah
wangimu merusa betina di musim renjana
ah, ingin kugali tanahku di senja sana


Kaki Merapi, 13 Mei 2012

Lumat

Siang seperti perang,
maka malam betubuh jerang
teritis tak mampu menitis
mungkin habis

karena angin menebar peluru
dan matahari tak lagi punya ragu
erang nafas memburu
keringat tak mau sedetikpun berseteru
belantara hijau menyulam rindu

terbakar rautmu pada gigil rasaku
lumat
jauh sebelum tamat


Kaki Merapi 25 April 2012

Selasa, 17 April 2012

Tiada

lenyap baris-baris pintu
tatkala yang lalu tlah didekap waktu
serpih harap menjelma bayang angan;
hadirkan sekejap hangat merupa pendar:
kepingnya senyap
dalam bingkai bening mata
luka

kemana sisa rasa
kecuali bersetubuh malam:
lahirkan keping-keping
hangat
lumer pada tiap titik senyap.
Tiada!


Kaki Merapi, April 2012

Duhai Sang Kinasih

ini rindu begitu kelu:
sisakan basah doa-doa menghilir.
cinta berpeluh kata serupa anak panah
melesat tanpa beratnya,
angin menerkam dan mengoyak bidiknya
cinta senyap kata sajikan belenggu
rindu dalam sungai waktu
tanpa hilir tanpa hulu.
basah segenap masa.
duhai cinta
duhai rindu
duhai sang kinasih:
pengorbanan tlah menuai jawab


Kaki Merapi April 2012

Dewi Keadilan di Negriku

dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...