ini rindu begitu kelu:
sisakan basah doa-doa menghilir.
cinta berpeluh kata serupa anak panah
melesat tanpa beratnya,
angin menerkam dan mengoyak bidiknya
cinta senyap kata sajikan belenggu
rindu dalam sungai waktu
tanpa hilir tanpa hulu.
basah segenap masa.
duhai cinta
duhai rindu
duhai sang kinasih:
pengorbanan tlah menuai jawab
Kaki Merapi April 2012
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Selasa, 17 April 2012
Kamis, 12 April 2012
Berdiamlah
berdiamlah
remukkan seluruh hasrat daging
berdiamlah
abukan sekujur jiwa dalam bara sunyi
berdiamlah
layangkan segenap rasa
dalam perjalanan surgawi
menunggang matahari
Kaki Merapi, 12 April 2012
remukkan seluruh hasrat daging
berdiamlah
abukan sekujur jiwa dalam bara sunyi
berdiamlah
layangkan segenap rasa
dalam perjalanan surgawi
menunggang matahari
Kaki Merapi, 12 April 2012
Minggu, 01 April 2012
Harga Waktu
dalam gamang
senja tiba-tiba tenggelam
tiba-tiba bergelimang uban
maka rengkuhlah waktu kini
atau rerumputan akan mendekapnya
tersembunyi
26 Maret 2012
senja tiba-tiba tenggelam
tiba-tiba bergelimang uban
maka rengkuhlah waktu kini
atau rerumputan akan mendekapnya
tersembunyi
26 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012
Nyepi II
pada lelautan jejak berbintik kesah tak berkesudahan
ingin kukecupi rautmu dalam bara sesah
setiap letup pada didih merupa cermin
pepohonan meranggas oleh angkara
subur terpupuk kesumat
kupandangi jalanan panjang; liku mengumbar gelora
persetubuhan dunia lahirkan dosa
berbungkus doa dan mantra sia
langit tetap mencanda lautan
membukai hutan; menjulangkan gubuk-gubuk
dupa
dupa
arupadatu
persetubuhan alam lahirkan sunyi
gemericik air sungai mengetuk pintu surgawi
pada rautmu aku tenggelamkan seluruh yang sejati
Kaki Merapi, 29 Maret 2012
ingin kukecupi rautmu dalam bara sesah
setiap letup pada didih merupa cermin
pepohonan meranggas oleh angkara
subur terpupuk kesumat
kupandangi jalanan panjang; liku mengumbar gelora
persetubuhan dunia lahirkan dosa
berbungkus doa dan mantra sia
langit tetap mencanda lautan
membukai hutan; menjulangkan gubuk-gubuk
dupa
dupa
arupadatu
persetubuhan alam lahirkan sunyi
gemericik air sungai mengetuk pintu surgawi
pada rautmu aku tenggelamkan seluruh yang sejati
Kaki Merapi, 29 Maret 2012
Bukan
kepedihan dan kegeraman terbalut lunglai yang luruh
dan kelam menjadi selimut tapak kaki
bukan kuasa manusia dunia meradang
bukan kuasa manusia dunia meriang
oleh malam
Kaki Merapi, 29 Maret 2012
dan kelam menjadi selimut tapak kaki
bukan kuasa manusia dunia meradang
bukan kuasa manusia dunia meriang
oleh malam
Kaki Merapi, 29 Maret 2012
Jumat, 23 Maret 2012
Nyepi
sebatang jarum runtuh
dentingnya tembus telinga, mengorek kerak jiwa
lelehkan darah anyir
dilebur api
sehelai daun melayang jatuh
tepuknya getarkan kujur tubuh
didhkan segenap darah
uapkan hasrat daging dunia
lesap disergap senyap
waktu membisu
alam terdiam
degup jantung merupa puja pada sang Tiada
lahirkan arupadatu semesta
ada datang dari tiada
maka ada kembali pada tiada
Nyepi, ketiadaan yang ada
dan kesadaran atasnya
Kaki Merapi, 23 Maret 2012
dentingnya tembus telinga, mengorek kerak jiwa
lelehkan darah anyir
dilebur api
sehelai daun melayang jatuh
tepuknya getarkan kujur tubuh
didhkan segenap darah
uapkan hasrat daging dunia
lesap disergap senyap
waktu membisu
alam terdiam
degup jantung merupa puja pada sang Tiada
lahirkan arupadatu semesta
ada datang dari tiada
maka ada kembali pada tiada
Nyepi, ketiadaan yang ada
dan kesadaran atasnya
Kaki Merapi, 23 Maret 2012
Minggu, 11 Maret 2012
Bocah-bocah Kecil Jalanan
Serak sudah kakikaki mungil
di jalanan berduri
sengat matahari di kulit bumi
lepuh tak lagi berani
kau berlari, keringat berubah daki
rodaroda berdecit
bumi meringis menahan perih
negriku jauh
samasamar terdekap bidadari
Kaki Merapi, 10 Maret 2012
di jalanan berduri
sengat matahari di kulit bumi
lepuh tak lagi berani
kau berlari, keringat berubah daki
rodaroda berdecit
bumi meringis menahan perih
negriku jauh
samasamar terdekap bidadari
Kaki Merapi, 10 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...