Selasa, 30 November 2010

Aku Mati

Gemetar remukku karna bayangmu
dalam desah cumbu dan lenguh renjana
antaramu dan dia
aku tiba-tiba mati
karna hujam duri pada bunga angan
robek
layu
luruh
merana
aku mati ......


Jogja, awal Desember 2010

Selasa, 23 November 2010

Rinduku Padamu

Hujan baru saja usai bergendang pada bumi
menyisakan larik pelangi wajahmu pada desir pepohonan melambai
jarak waktu tlah meminangmu dari pagut jemariku
kusut dalam rencah ingatan yang menua
namun darah tetap menggumpalkan rindu
pada setiap nadi

Gemulai rumpun padi
mengisahkan kembali janji usang antara hati
tak melapuk oleh panas dan hujan sang waktu
mengentalkan rautmu pada gigir hasrat tak bertepi

Kekasih,
rinduku padamu
adalah padi bunting tak tertuai


Yogyakarta, akhir November 2010

Rabu, 17 November 2010

Takbir

 
Takbir menggetar membelah angkasa
jatuhnya adalah ujung-ujung jarum
pada lapis jiwa yang mengeras batu
memberi gores-gores darah hitam
menggumpal karena keangkuhan.

Di setiap jeda adalah perih hati melayu
hidup menjadi jejak catatan yang melangkah goyah
oleh doa serupa desah pada timbunan dosa
menyampah di setiap aliran darah.

Di setiap jeda adalah liuk hasrat
termangu di simpang keyakinan,
hitam putih mengabur dalam jejak langkah
tersujud pada gigil doa-doa keinginan dan pertobatan
tersungkur pada rimba kemunafikan
belantara kekelaman.

Takbir menggetar membelah angkasa
doa-doa dan dosa-dosa menjadi gelimang
tobat kehilangan sukma
karena mengeras batu jiwa-jiwa kembara
dan menggumpal darah hitam
oleh keangkuhan.


Yogyakarta, November 2010

Tidurlah

Kekasih,
lihatlah awan berkejaran mengarak matahari mengusap hati kita.
Kilaumu adalah dedaunan pagi berpucuk embun,
sekejap mengurai pesona merasuk jiwa.
Senyummu adalah melodi pemain harpa mendawaikan lenguh cintanya.
Dia tebarkan nada menelusup udara,
menyesaki kepala kita tentang asmara di mimpi awan.

Malam tlah larut, tidurlah tidur kekasih.
Kukirimkan rindu lewat denting angin menelusup hatimu,
agar mimpimu berselimut hangat paduan angan kita.


Yogyakarta, November 2010

Desah

Wajahmu hadir berselimut kabut
lumer dalam tungku jiwa

menelusup dalam tiap bulir darah
aku mendesah
pada sepenggal rembulan malam.

Ada yang tersisa dari pergumulan hitam
wajahmu tengadah
menyambut kecupan sebilah buluh cinta terkejam
matamu terpejam
merintih dalam hujam sepucuk rindu terlarang
aku mendesah
pada sepenggal suram rembulan malam


Yogyakarta, November 2010

Kamis, 11 November 2010

Daun Luruh

Daun-daun luruh,
satu-satu menyapaku
membawa berita tentangmu yang tak mungkin
teraih dalam pelukku.

Tanyakan pada mimpi
rasa apa yang sedang bersemi
tanyakan pada hati
bayang-bayang yang datang pergi
dalam resah tak bertepi


Yogyakarta, November 2010

Merapi - Mimpi

Hujan deras tercurah
membawa banyak hati resah
akankah mimpi terkulai
sebelum sempat senyum tertuai?
Yogya, November 2010

HUJAN PAGI

 hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...