Dengarkan angin,
syukurku menunggang kerling matahari
mengoyak senyum langit,
dan bersimpuh pada landas tahta sang Suci.
Tak semestinya aku berlinang.
Kaki Merapi, Mei 2009
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Rabu, 16 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...
-
Biarlah kurekah fajar agar koyak kelam yang menutupi rautmu akan kurobek kabut agar tersibak tirai yang sembunyikan kerlingmu biar kubelah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar