Senin, 10 Februari 2020

Nyanyian Kabut

tebarkan sungging senyum pagi
tiap tiap nadi akan bernyanyi
madah puji bagi segenap luka
luruh bersama kata

buang halusinasi sepenuh hati
dalam cinta
dentang setiap detak
jantung saling bersabung

maka luka luka dan lebam
madu bagi cinta yang samudera
dan cinta hanya jadi retorika
ketika angkara mengecupi jiwa

basuhlah luka dengan cinta
maka pagi selalu berdansa
seperti sepasang angsa
dan awan tanpa jelaga


Jogja, 8 April 2019

Penantian

kembali malam menyapa
desaunya mengiris pada dinding ingatan
kusodorkan catatan diam
dari ruang ruang sepiku
mereka berjabat angan
aku tersisa dilanda debur
rindu terlalu lama menganggur

kembali malam menyapa
aku tak hendak terjaga
nanti saja di penggalah rasa
kita bersua
kutambah lagi catatan diam
di ruang sepi yang lebam


Jogja, 2018

Habis

Selimutkan saja kabut
pada hati yang kedinginan
dan mari kita berbaring telanjang
tak lagi mengais
tak lagi menepis
selimutkan saja kabut
karna kita tak lagi mampu
bertelut
habis...


11 Februari 2012

Halaman Belakang

di halaman belakang tlah tertanam
dalam yang tak lagi tumbuh
kuserahkan pada akar-akar pepohonan
menghisapnya
menjadi putik-putik
kembang
angin singgah
membawanya pergi


11 Februari 2011

Ya, Biarlah

Ya, biarlah kata-kata luruh
merepih pada alam
maka kusampaikan sapaku
pada embun esok hari
dan saga mendekapnya dalam kembara
sepanjang kaki langit
Ya, biarlah jemari pepohonan melambai
mengantar sayap-sayap mengepak


11 Februari 2011

Kamis, 30 Januari 2020

Sebuah Kisah

baru saja kita habiskan madu
tetes terakhir dari liuk malam yang menggetar
jangan dulu kau saputkan pagi
pada lenguhku
biarkan dulu aku pintal embun
pada lelahmu yang hangat
kemudian aku sematkan sunyi
di matamu
dan aku menjelma mimpi


31 Jan 2017

Jumat, 27 Desember 2019

Mbakyu

Mbakyu, siang ini hujan
mengguyuri dadaku
runtuhnya tutulkan titik2 bersambung
menggambar sketsa rautmu

Mbakyu, siang ini dingin
gigilnya susuri tubuhku
mengeja namamu
bersama lenguh ilalang
dan gericik air sungai

hujankah di sana
sebab kutitipkan rindu
di setiap rintiknya

Kaki Merapi, 28 Des '14

HUJAN PAGI

 hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...