kembali malam menyapa
desaunya mengiris pada dinding ingatan
kusodorkan catatan diam
dari ruang ruang sepiku
mereka berjabat angan
aku tersisa dilanda debur
rindu terlalu lama menganggur
kembali malam menyapa
aku tak hendak terjaga
nanti saja di penggalah rasa
kita bersua
kutambah lagi catatan diam
di ruang sepi yang lebam
Jogja, 2018
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Senin, 10 Februari 2020
Habis
Selimutkan saja kabut
pada hati yang kedinginan
dan mari kita berbaring telanjang
tak lagi mengais
tak lagi menepis
selimutkan saja kabut
karna kita tak lagi mampu
bertelut
habis...
11 Februari 2012
pada hati yang kedinginan
dan mari kita berbaring telanjang
tak lagi mengais
tak lagi menepis
selimutkan saja kabut
karna kita tak lagi mampu
bertelut
habis...
11 Februari 2012
Halaman Belakang
di halaman belakang tlah tertanam
dalam yang tak lagi tumbuh
kuserahkan pada akar-akar pepohonan
menghisapnya
menjadi putik-putik
kembang
angin singgah
membawanya pergi
11 Februari 2011
dalam yang tak lagi tumbuh
kuserahkan pada akar-akar pepohonan
menghisapnya
menjadi putik-putik
kembang
angin singgah
membawanya pergi
11 Februari 2011
Ya, Biarlah
Ya, biarlah kata-kata luruh
merepih pada alam
maka kusampaikan sapaku
pada embun esok hari
dan saga mendekapnya dalam kembara
sepanjang kaki langit
Ya, biarlah jemari pepohonan melambai
mengantar sayap-sayap mengepak
11 Februari 2011
merepih pada alam
maka kusampaikan sapaku
pada embun esok hari
dan saga mendekapnya dalam kembara
sepanjang kaki langit
Ya, biarlah jemari pepohonan melambai
mengantar sayap-sayap mengepak
11 Februari 2011
Kamis, 30 Januari 2020
Sebuah Kisah
baru saja kita habiskan madu
tetes terakhir dari liuk malam yang menggetar
jangan dulu kau saputkan pagi
pada lenguhku
biarkan dulu aku pintal embun
pada lelahmu yang hangat
kemudian aku sematkan sunyi
di matamu
dan aku menjelma mimpi
31 Jan 2017
tetes terakhir dari liuk malam yang menggetar
jangan dulu kau saputkan pagi
pada lenguhku
biarkan dulu aku pintal embun
pada lelahmu yang hangat
kemudian aku sematkan sunyi
di matamu
dan aku menjelma mimpi
31 Jan 2017
Jumat, 27 Desember 2019
Mbakyu
Mbakyu, siang ini hujan
mengguyuri dadaku
runtuhnya tutulkan titik2 bersambung
menggambar sketsa rautmu
Mbakyu, siang ini dingin
gigilnya susuri tubuhku
mengeja namamu
bersama lenguh ilalang
dan gericik air sungai
hujankah di sana
sebab kutitipkan rindu
di setiap rintiknya
Kaki Merapi, 28 Des '14
mengguyuri dadaku
runtuhnya tutulkan titik2 bersambung
menggambar sketsa rautmu
Mbakyu, siang ini dingin
gigilnya susuri tubuhku
mengeja namamu
bersama lenguh ilalang
dan gericik air sungai
hujankah di sana
sebab kutitipkan rindu
di setiap rintiknya
Kaki Merapi, 28 Des '14
Senin, 16 September 2019
Kemudian
kemudian angin berhambur
membisikkan kabar kabar baru padaku
membuka mata hatiku
yang dulu nyaris memujamu
kemudian aku terhenyak oleh keluguanku
yang nyaris pula membatu
sebab kabar utama telah diam
oleh para iblis yang mengangkangi
kekuasaan
kekayaan
kedigdayaan
siapa bisa menahan bisik angin
ia merasuki nadi
mengalir dalam darah
dan mengetuki hati
mereka yang masih punya nurani
kemudian angin berbisik kepadaku
berjaga-jagalah
berjaga-jagalah
tegarlah dengan nuranimu
meski membanjir berita yang direka
sebab pencuri tidak pernah permisi
kemudian aku berseru kepada angin
menyebarlah
menyebarlah
Jogja, 17 September 2016
membisikkan kabar kabar baru padaku
membuka mata hatiku
yang dulu nyaris memujamu
kemudian aku terhenyak oleh keluguanku
yang nyaris pula membatu
sebab kabar utama telah diam
oleh para iblis yang mengangkangi
kekuasaan
kekayaan
kedigdayaan
siapa bisa menahan bisik angin
ia merasuki nadi
mengalir dalam darah
dan mengetuki hati
mereka yang masih punya nurani
kemudian angin berbisik kepadaku
berjaga-jagalah
berjaga-jagalah
tegarlah dengan nuranimu
meski membanjir berita yang direka
sebab pencuri tidak pernah permisi
kemudian aku berseru kepada angin
menyebarlah
menyebarlah
Jogja, 17 September 2016
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...