Ibu,
mengalir tiap titik simpul dan gurat rautmu
di tiap titik nadiku
senyummu abadi, seperti abadi kasihku padamu
kupahat erat di dinding jantungku
dan pendarnya kuhembuskan di peraduan sunyimu
agar menjadi jembatan pelangi
untuk kita di jamuan surgawi menari
Kaki Merapi, 22 Des 2011
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Kamis, 01 Maret 2018
Di Kebun Tebu
Lalu waktu bergegas gegas
seperti cemas yang sedang berkemas
siapa yang telah menggenggam rindu
pucuk pucuk rumput mendadak layu
di batas akhir tatapan senja
Di sini,
di senja bungsu ladang tebu
kuhirup lagi kenangan engkau dan aku
dan kulesakkan di selasar hati
sebelum waktu bergegas menjemput
mari sejenak lagi kita berpagut
Dendam cinta ini masih membara
meski ditelikung fatamorgana
Jogja 2 November 2017
seperti cemas yang sedang berkemas
siapa yang telah menggenggam rindu
pucuk pucuk rumput mendadak layu
di batas akhir tatapan senja
Di sini,
di senja bungsu ladang tebu
kuhirup lagi kenangan engkau dan aku
dan kulesakkan di selasar hati
sebelum waktu bergegas menjemput
mari sejenak lagi kita berpagut
Dendam cinta ini masih membara
meski ditelikung fatamorgana
Jogja 2 November 2017
Waktu Berlalu
di jauh pandangan
kenangan menggelinjang
duhai, masa demikian bergegas
usia pun semakin meranggas
tanggal satu demi satu
ke tanah basah
Jogja, 30 Oktober 2017
kenangan menggelinjang
duhai, masa demikian bergegas
usia pun semakin meranggas
tanggal satu demi satu
ke tanah basah
Jogja, 30 Oktober 2017
Setengah
Apa yang harus kutulis
tiap kali hendak terbentuk kata
ia membuyar oleh desir tanpa nada
setengah tubuh menggelegak
setengahnya menggeletak
Jogja, 18 Februari 2018
tiap kali hendak terbentuk kata
ia membuyar oleh desir tanpa nada
setengah tubuh menggelegak
setengahnya menggeletak
Jogja, 18 Februari 2018
Ngantuk
bangun pagi memeluk lunglai
semalam segala jurus sudah kumainkan
tetap saja mata tak mau terpejam
hingga tiba tiba pagi mengetuk jendela
aih, di kantong mana musti kusembunyikan
rasa kantuk ini
Jogja, 20 Februari 2018
semalam segala jurus sudah kumainkan
tetap saja mata tak mau terpejam
hingga tiba tiba pagi mengetuk jendela
aih, di kantong mana musti kusembunyikan
rasa kantuk ini
Jogja, 20 Februari 2018
Doa Doa
Aku tentu saja tidak bisa membuktikan validitasnya, tetapi aku sekarang meyakini betapa ribuan doa doa yang melangit untukku telah mengetuk pintu ilahi, hingga DIA berkenan memerintahkan malaikatNYA untuk turut campur dalam proses medis yang kujalani.
Tgl 1 Desember 2017 dini hari, hari jumat maulid nabi, benturan itu demikian dahsyat menggiriskan hati. Menghasilkan wujud muka mobil yang menyatu dengan tengahnya. Ringsek. Hancur. Aku di dalamnya.
Thian jen da ai wo, Gusti Allah masih welas, masih tresna padaku; maka tidak dihentikanNya nafasku, meski kesadaranku disimpan di dedaun pohon pohon tanpa nama.
Aku percaya, ini karena ribuan doa doa yang melangit.
Setelah beberapa kali operasi pembersihan luka, bongkar pasang jahitan, luka luka utama pun mengering. Tgl 12 januari 2018, operasi pasang pen di lengan atas dan tendon patela (lutut) kiri. Dua minggu kemudian di tgl 25 Januari 2018, operasi pemasangan pen di lengan bawah. Sebuah operasi berat sebab kondisi yang sudah terlanjur parah. Menyambung tulang tulang rompal tentu tidak sama dengan menyambung tulang patah utuh. 10 hari kemudian, sembari tertatih dan menahankan sakit, aku memulai dua kelas pertama semester genap.
Aku percaya ini semua karena ribuan doa doa yang melangit untukku.
Banyak yang bilang aku nekat, ada yang bilang aku terlalu, sebab luka luka bedah masih baru. Tetapi aku percaya ribuan doa doa yang melangit membuatNYA menjagaku. Kata orang Jawa lama, the guardian angel panjenengan tansah wungu amargi pamuji saha dedonga treping ati para sedulur tanpa wates; yingwei wo xiangxin thian jen da ai wo.
Ribuan doa doa yang melangit itu
pun membuatku berjuang
berjibaku keras
untuk kembali waras
bukan meranggas
Jogja, 20 Februari 2018
*secuil catatan hati
rasa syukur yang sulit kumengerti
Tgl 1 Desember 2017 dini hari, hari jumat maulid nabi, benturan itu demikian dahsyat menggiriskan hati. Menghasilkan wujud muka mobil yang menyatu dengan tengahnya. Ringsek. Hancur. Aku di dalamnya.
Thian jen da ai wo, Gusti Allah masih welas, masih tresna padaku; maka tidak dihentikanNya nafasku, meski kesadaranku disimpan di dedaun pohon pohon tanpa nama.
Aku percaya, ini karena ribuan doa doa yang melangit.
Setelah beberapa kali operasi pembersihan luka, bongkar pasang jahitan, luka luka utama pun mengering. Tgl 12 januari 2018, operasi pasang pen di lengan atas dan tendon patela (lutut) kiri. Dua minggu kemudian di tgl 25 Januari 2018, operasi pemasangan pen di lengan bawah. Sebuah operasi berat sebab kondisi yang sudah terlanjur parah. Menyambung tulang tulang rompal tentu tidak sama dengan menyambung tulang patah utuh. 10 hari kemudian, sembari tertatih dan menahankan sakit, aku memulai dua kelas pertama semester genap.
Aku percaya ini semua karena ribuan doa doa yang melangit untukku.
Banyak yang bilang aku nekat, ada yang bilang aku terlalu, sebab luka luka bedah masih baru. Tetapi aku percaya ribuan doa doa yang melangit membuatNYA menjagaku. Kata orang Jawa lama, the guardian angel panjenengan tansah wungu amargi pamuji saha dedonga treping ati para sedulur tanpa wates; yingwei wo xiangxin thian jen da ai wo.
Ribuan doa doa yang melangit itu
pun membuatku berjuang
berjibaku keras
untuk kembali waras
bukan meranggas
Jogja, 20 Februari 2018
*secuil catatan hati
rasa syukur yang sulit kumengerti
Aku Melihat
aku melihat
sungguh lihai kekasihku
merawat luka luka ku
maka darinya aku belajar pula
merawat segenap hatinya
agar tak lagi terluka
paling tidak olehku
Jogja, 28 Februari 2018
sungguh lihai kekasihku
merawat luka luka ku
maka darinya aku belajar pula
merawat segenap hatinya
agar tak lagi terluka
paling tidak olehku
Jogja, 28 Februari 2018
Langganan:
Postingan (Atom)
Dewi Keadilan di Negriku
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
dewi keadilan makin terkoyak hatinya dia telah ikhlaskan hilang kedua matanya kini timbangan di tangan hilang dicuri di negri yang katanya g...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...