Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Senin, 31 Januari 2011
Gadis Malam
Mendekap malam
bibirmu membara
lava pada rejang peraduan
Menjemput pagi
tubuhmu mimpi
gontai pada angin jalanan
Lereng Merapi, ujung januari 2011
Kandas
Aku gelisah pada bayangmu mengundang
lekukmu menaklukkan angan yang lama terlelap
mengurai kembali hasrat kembara pada gigir diam
Aku gelisah pada rasaku
kala bayangmu tawarkan sejumput rindu
ragu
maka kupesan sesua peraduan
dengan sehelai cinta renjana
Engkau datang dengan gaun menyala
dengan gincu membara
dengan mozaik cinta bermahkota durja
Aku gelisah dan buta
kala suaramu merdu menghujam telinga
aku melayang
aku berlari
maka kuberikan hadirmu pada daun-daun
kelam di sana
dan kusambitkan sehelai cintaku
pada ranting jurang
gelap di sana
Lereng Merapi, awal februari 2011
Diamku
Diamku adalah air mengalir
tak kau tahu kekuatannya
diamku adalah angin
menelusup pori-pori kulitmu
diamku adalah udara
kau hirup dan bersemayam di otakmu
membuka kesadaranmu
diamku adalah malam
melelapkanmu dalam-dalam dari angkaramu
diamku adalah lautan
yang akan menimangmu lelap dalam buaian tidur abadi
Diamku adalah perlawanan yang tak mengerti henti
Lereng Merapi, februari 2011
tak kau tahu kekuatannya
diamku adalah angin
menelusup pori-pori kulitmu
diamku adalah udara
kau hirup dan bersemayam di otakmu
membuka kesadaranmu
diamku adalah malam
melelapkanmu dalam-dalam dari angkaramu
diamku adalah lautan
yang akan menimangmu lelap dalam buaian tidur abadi
Diamku adalah perlawanan yang tak mengerti henti
Lereng Merapi, februari 2011
Minggu, 30 Januari 2011
Doa Pahlawan Nagari Untuk Petinggi Negri
Kami yang terbaring di sini tidak menagih janji
Kalian seharusnya mengerti
Kami yang terbaring di sini
adalah darah yang tertumpah untuk negri
adalah sejarah hidup yang terpatri
pada setiap hati
Kalian semestinya mengerti
Demokrasi bukanlah keinginan orang sebiji-biji
demokrasi bersandar pada keinginan rakyat hakiki
tlah kami buang jati diri
demi jayanya negri ini
ataukah ingin kalian kami kembali
menjadi nagari sendiri
Buanglah dengki
agar hati dan telinga kalian tak tuli
Kalian harus mengerti
Lereng Merapi, ujung Januari 2011
Sepi
Sepi menggamit,
sepi menggigit
kulihat seekor cicak terjepit
meronta-ronta berselimut jerit
tanpa suara
Lereng Merapi, ujung Januari 2011
sepi menggigit
kulihat seekor cicak terjepit
meronta-ronta berselimut jerit
tanpa suara
Lereng Merapi, ujung Januari 2011
Kamis, 27 Januari 2011
Doa
Kutarikan genderang dosa di balik rinai
padamu
kau berdoa pada irama air
mengaliri sungai-sungai nadiku
Kubuang hujan bukan hanya semalam
kutepis kemarau meski semusim
Aku tak senyap
kaupun tak lenyap
Biarkan laut menyimpan masa lalu
dan sungai menutup rapat-rapat pada
akar-akar pepohonan
Bila cerita telah lelah berkisah
kita jejaki kembali akar-akar pepohonan
dan lenyap di padang lautan.
Yogyakarta, ujung Januari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Hidup
Hidup memang harus
melintasi lautan belati
terluka dan berdarah
terluka lagi
dan berdarah lagi
bila dera mengabadikan kesah
mungkin saatnya buku ini
mengakhiri kisah...
Lereng Merapi, Januari 2011
melintasi lautan belati
terluka dan berdarah
terluka lagi
dan berdarah lagi
bila dera mengabadikan kesah
mungkin saatnya buku ini
mengakhiri kisah...
Lereng Merapi, Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
these scattered memories of glittering lies and love though hardened in the rainy night won't a second leave from my sight whispering br...
-
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...
-
dan karma itu menumpahkan hujan pada renjana yang membara lalu kita guratkan janji pada lenguh paling pagi jarak telah menjadi pencuri aku ...



