Sepotong sajak teronggok di kepala
tentangmu
ia bercakap soal perasaan,
soal cinta
kata orang tanpa noda,
tanpa cela
bila rasa tlah bercabang, itu hanya
bayangan
semu
tak sejati
aku tlah tersedak cinta
bayangan
Yogyakarta, desember 2010
Aku dan pergulatanku menyusupi celah-celah kehidupan yang membawaku dalam kembara yang tak mengenal jeda. Baru kumengerti bahwa sunyi adalah belati berkarat yang mampu membawa sekarat...
Kamis, 30 Desember 2010
Rabu, 29 Desember 2010
Seraut Wajah
Seraut wajah
memburai pada embun angkasa
menyisakan serpihan airmata runtuh pada tanah
tempatku berpijak
menelusup menyisir nadi
mematuk jantungku
aku gemetar
terlepas sendi
Seraut wajah, lelah
meremas jalinan sarafku
Tuhanku,
inikah dosa itu?
Lereng Merapi, penghujung tahun 2010
memburai pada embun angkasa
menyisakan serpihan airmata runtuh pada tanah
tempatku berpijak
menelusup menyisir nadi
mematuk jantungku
aku gemetar
terlepas sendi
Seraut wajah, lelah
meremas jalinan sarafku
Tuhanku,
inikah dosa itu?
Lereng Merapi, penghujung tahun 2010
Minggu, 26 Desember 2010
Ada Yang Mengusikku
Ada yang mengusik porosku
ributkan senja hidupku
menghadirkan realita baru pada sudut masa
yang semestinya laut biru
Cinta tanpa keriuhan
adalah jalan
buntu dengan sesak kendaraan
membisu
Lereng Merapi, ujung desember 2010
ributkan senja hidupku
menghadirkan realita baru pada sudut masa
yang semestinya laut biru
Cinta tanpa keriuhan
adalah jalan
buntu dengan sesak kendaraan
membisu
Lereng Merapi, ujung desember 2010
Di Teras Rumah
Aku duduk di teras rumah
baru saja usai hujan rimbun tercurah
anakku dari lelapnya terbangun
mendekat dan rebah di pangkuan
wajahnya kupandangi
beginilah aturan hidup
senja semakin menua
harus siap diantar sang pagi
menuju peraduan abadi
Lereng Merapi, ujung desember 2010
baru saja usai hujan rimbun tercurah
anakku dari lelapnya terbangun
mendekat dan rebah di pangkuan
wajahnya kupandangi
beginilah aturan hidup
senja semakin menua
harus siap diantar sang pagi
menuju peraduan abadi
Lereng Merapi, ujung desember 2010
Usai Hujan di Desa
Hujan baru saja usai
ladang singkong dan jagung menebarkan aroma
tanah basah
dedaunan masih meneteskan sisa-sisa air hujan
oleh angin sebagian rontok menghiasi jalan
terlindas kaki-kaki kendaraan yang lewat
membisu
Beginilah menuju senja
ada yang hilang saat usai hujan di desa
sekejap angin dan sepintas hujan
membawamu merana
Lereng Merapi, ujung desember 2010
Selasa, 21 Desember 2010
Sekujur Sesal
Kutundukkan hati tuk bertelut
merasuk dalam angin yang membias tubuh
kurentang sepandang rasa dalam hidup berkabut
mendesak sekujur sesal
lewat tetes-tetes berpeluh
dan doa-doa mati di mulut berjejal
Yogyakarta, oktober 2006
merasuk dalam angin yang membias tubuh
kurentang sepandang rasa dalam hidup berkabut
mendesak sekujur sesal
lewat tetes-tetes berpeluh
dan doa-doa mati di mulut berjejal
Yogyakarta, oktober 2006
Senin, 20 Desember 2010
Belati di Rusukmu
Seribu bergolak menyesak, meregang
mencari celah di antara serpih syaraf menegang
seribu nafas memburu
tak jeda memacu paru-paru menghirup sembilu
perlahan memudar karang batin tersapu
geriap bayang impian semu
Pergulatan ini mesti berakhir
tapi datang selintas tanya, “bagaimana?”
Tiba-tiba di tanganku tergenggam belati
terayun dan menikam rusukmu...
Lereng Merapi, desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
HUJAN PAGI
hujan pagi di musim kemarau dan bulir padi usai dituai aroma tanah basah dan kelepak burung sesayup daun yang kuyup menggurat rautmu di pel...

